Jember (beritajatim.com) – Kandidat sekretaris daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengerucut pada tiga nama. DPRD Jember berharap Bupati Hendy Siswanto memilih kandidat terbaik yang bisa mendampinginya dan tetap menjaga relasi yang baik dengan parlemen.
Tiga nama itu adalah Bambang Rudianto yang saat ini menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember; Edi Budi Susilo yang saat ini menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja; dan Hadi Sasmito yang tengah menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Jember.
Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengapresiasi munculnya sekda dari internal birokrasi Pemkab Jember. “Kami mengapresiasi kerja tim seleksi dan bupati yang tidak membuka ruang calon dari luar birokrasi Pemkab Jember. Biasanya kan ada calon sekda dari luar internal birokrasi Jember,” katanya, Senin (10/7/2023).
Dengan munculnya tiga kandidat dari internal Pemkab Jember, maka siapapun yang terpilih tidak perlu beradaptasi terlalu lama. Ini berbeda dengan calon sekda dari luar pemkab. “Kalau dari internal pemkab, paling tidak sudah ada nuansa psikologis keterikatan dan hubungan emosional,” kata Halim.
Halim menegaskan, kewenangan pemilihan sekda ada pada gubernur Jatim dan bupati Jember. “Namun kami melihat, hubungan sekda dengan DPRD Jember dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah sangat penting. Pemkab dan DPRD Jember tidak bisa berdiri sendiri tanpa ada dukungan instansi vertikal, terutama Forkopimda, untuk melaksanakan kegiatan,” katanya.
“Posisi sekda bisa sebagai manajer di internal birokrasi dan mengoordinasi tiap organisasi perangkat daerah agar bisa bergerak searah dengan kebijakan bupati. Itu catatan pentingnya,” kata Halim.
Ketua A Bidang Pemerintahan Tabroni enggan mengomentari sosok tiga calon sekda itu. Sementara itu Ketua Komisi B Bidang Perekonomian Siswono menyebut tiga nama kandidat tersebut adalah sosok terbaik di Pemkab Jember. “Pada prinsipnya mereka semua bagus,” katanya singkat.
Ketua Komisi C Bidang Keuangan dan Inftrastruktur Budi Wicaksono menyebut tiga kandidat tersebut adalah yang terbaik. “Tahapan seleksi pasti menghasilkan yang terbaik, karena panitia seleksi sudah bekerja. Semua calon itu bisa berkomunikasi dengan DPRD Jember karena sudah terlatih (berkomunikasi) sejak menjadi kepala organisasi perangkat daerah,” katanya.
Semenrara Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Sosial Hafidi terang-terangan menyebut Edi Budi Susilo sebagai kandidat favorit. Edi dinilai berpengalaman dan teruji menjadi birokrasi sejak masa pemerintahan Bupati Samsul Hadi Siswoyo, Bupati MZA Djalal, hingga Bupati Faida. “Andaikata bisa memilih, saya akan memilih Pak Edi Budi Susilo,” katanya.
“Saya kira yang mampu menyalaraskan kondisi Jember, terutama ke depan dalam melayani masyarakat pada level birokrasi di eksekutif adalah Pak Edi Budi Susilo. Dia bukan orang baru di Jember. Kenyang dengan Jember seperti apa. Seumpama dia ditanya birokrasi Jember ini harus ke mana, melayani masyarakat Jember, melayani pemimpin Jember hari ini dan ke depan, saya kira sudah cukup fleksibel,” kata Hafidi.
Hafidi mengingatkan, sekretaris daerah adalah komandan aparatus sipil negara. “Maka sekda harus mampu mengawasi dan meningkat kinerja (aparatus sipil negara), sebagai tangan bupati dalam melaksanakan penyelenggaraan eksekutif dan pengawasan dengan semua beban tugasnya. Ini tantangan berat,” katanya.
“Dengan demikian, sekretaris daerah harus seorang yang sudah paham betul bagaimana (kondisi) Jember, (diibaratkan rumah) dari dapur hingga teras depan. Jember butuh penataan sumber daya manusia yang pas di fungsinya,” kata Hafidi.
“Pekerjaan rumah kita di Jember adalah masih banyaknya tenaga profesional yang belum ada di tempatnya. Hal semacam ini membutuhkan bukan saja orang yang pintar dan berpengalaman, tapi butuh orang yang tahu wajah Jember sejak awal. Bagaimana Jember sejak awal. Sehingga dalam pengambilan keputusan atau pun program dan targetnya akan pas dengan kondisi Jember keseluruhan,” kata Hafidi.
Edi Budi Susilo dinilai memahami betul seluk-beluk birokrasi. “Dia sudah tahu Jember seperti apa. ASN yang nakal sampai berprestasi dia hapal. Sehingga dalam penataannya akan sesuai dengan program dan tugas maupun apa yang dibutuhkan masyarakat Jember,” kata Hafidi.
Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat dan anggota Komisi D Gembong Konsul Alam melihat tiga calon sekda hasil seleksi tersebut memiliki kelebihan masing-masing. “Pak Edi berpengalaman. Pak Bambang Rudi dan Pak Hadi Sasmito punya kemampuan komunikasi yang baik,” katanya.
“Kami tahu kemampuan Pak Bambang, karena beliau adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja yang merupakan mitra kerja Komisi D selama ini. Sementara Pak Hadi Sasmito adalah anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang juga sering ditugasi berkomunikasi dengan Dewan,” kata Gembong.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Edi Cahyo Purnomo berharap, siapapun yang menjadi sekda, harus punya cukup kemampuan untuk mengonsolidasi dan mengorganisasi birokrasi. “Karena DPRD bagian dari pemerintahan Kabupaten Jember, sekda bagaimana mampu berkomunikasi baik,” katanya.
Konsolidasi penting. “Jangan sampai organisasi perangkat daerah berjalan sendiri-sendiri. Kalau ini pemerintahan, ya harus terkonsolidasi. Kemarin kurang. Kadang mitra komisi DPRD kadang tidak terkoneksi dan saling lempar,” kata Edi. [wir]






