Tulungagung (beritajatim.com) – Tiga orang dicurigai sebagai pelaku penyebar video syur diduga siswi SMK Tulungagung. Mereka adalah mantan korban.
Hal itu sesuai laporan pelapor, yang tak lain merupakan ibu korban yang tak terima video yang menampilkan wajah mirip anaknya disebarkan.
Sementara itu, polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus penyebaran video syur tersebut dan belum merilis siapa yang ditetapkan sebagai tersangka.
Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung, Ipda Fatahillah, dalam konferensi persnya hari Selasa, mengungkapkan bahwa ada dua berkas konten video porno yang sedang mereka dalami.
Salah satunya melibatkan seorang pelajar perempuan yang diduga mirip dengan siswi sekolah menengah atas berinisial M (16). Namun, kebenaran mengenai identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan.
Fatahillah menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan untuk menemukan pelaku yang menyebar video tersebut, siapa yang membuatnya, siapa yang terlibat dalam video tersebut, kapan dan di mana video itu dibuat.
Dengan adanya dua video yang beredar, belum dapat disimpulkan apakah keduanya disebar oleh orang yang sama atau pelaku yang berbeda.
Kasus video dengan pemeran M sudah dilaporkan oleh ibu korban pada Senin, 20 Januari. Pelapor menyatakan bahwa korban mengalami trauma dan ketakutan untuk bertemu dengan orang lain.
“Kemarin laporan kepada kami pada Senin tanggal 20 Januari. Ibu korban melaporkan kejadian tersebut setelah menerima kiriman video dalam aplikasi percakapan dan menemukan kemiripan pemeran dalam video dengan anaknya” katanya.
Fatahillah menegaskan bahwa jika terbukti ada niat jahat dari terduga penyebar video tersebut, mereka akan ditindak sesuai hukum. Ada dua pasal yang akan diterapkan, yaitu UU ITE dan UU Kekerasan Seksual. (ian)






