Jember (beritajatim.com) – Kota Malang tumbang 0-1 saat melawan Kabupaten Jombang dalam pertandingan sepak bola penyisihan Grup C Pekan Olahraga Provinsi VII Jawa Timur, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Senin (20/6/2022) siang.
Sebagaimana pertandingan pertama melawan Jember, pertandingan juga diwarnai tiga kartu merah. Dua kartu merah diberikan wasit Gunawan dari Bojonegoro untuk pemain Jombang, Kristiyono dan Fauqi Maulana Saputra, dan seorang pemain Malang Ilham Galang.
Kartu merah dipicu adu jotos antara Ilham Galang dengan Fauqi Maulana pada menit 82. Saat itu Jombang sudah unggul 1-0 melalui Kristiyono pada menit 56. Fauqi yang terjatuh setelah ditekling Ilham bangkit dan mengucapkan sesuatu sambil menggerakkan tangan mendorong tubuh Ilham. Ilham pun membalas melesatkan tinju ke muka Fauqi.
Tak butuh waktu lama, pemain Jombang lainnya ikut bergerombol mengejar Ilham, termasuk pemain dari bangku cadangan. Sementara sejumlah pemain Malang juga masuk dalam kerumunan berusaha membela Ilham.
Pertandingan sebetulnya didominasi Kota Malang sejak awal. Kota Malang menggunakan skema 4-3-3 sama dengan Jombang dengan mengandalkan kecepatan pemain sayap. Menyadari kecepatan para pemain lawan, pelatih Jombang Ambitei Dolus Cahya menginstruksikan para pemainnya untuk menurunkan tempo agar bisa mengatur serangan dan tenaga.
Para pemain Jombang diminta bermain sabar dan tak mudah kehilangan bola. Para pemain diinstruksikan menunggu pemain Malang menyerang di separuh lapangan sendiri untuk kemudian melakukan serangan balik.
“Kami sadar kondisi fisik pemain kami kurang bagus,” kata Dolus. Stamina yang pas-pasan yang membuat Jombang kalah 2-3 dari Kabupaten Pasuruan pada pertandingan perdana setelah sempat unggul 0-2.
Dolus tak ingin mengulangi kesalahan. “Kalau kami main fight, kami sadar bisa kalah. Kalau kami mobile, kami habis karena kondisi fisik. Jadi kami turunkan tempo agar bisa mengatur tenaga dan serangan,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sepak-bola-porprov”]
Bagi Dolus, dari sisi intensitas, pertandingan melawan Pasuruan lebih berat. Namun dari aspek psikis dan mental, pertandingan melawan Kota Malang lebih berat bagi pemain Jombang. “Keluarnya dua kartu merah sangat merugikan tim kami. Kami dalam posisi unggul, tapi anak-anak terprovokasi. Yang jelas ini rugi, karena untuk pertandingan selanjutnya, kekuatan kami berkurang,” katanya.
Edi Sudiarto, pelatih Kota Malang, mengakui Jombang bermain bagus. “Meski kami menguasai pertandingan, belum tentu bisa memenanginya. Itulah sepak bola. Kami harus mengevaluasi diri lagi: kami bisa bermain bagus tapi tidak bisa mencetak gol,” katanya.
“Kami terlena. Maunya menyerang terus, lupa pertahanan, kena counter attack, kesiapan kiper menghadapi serangan balik juga kurang,” kata Edi.
Berbeda dengan pertandingan pertama melawan Jember, Edi menurunkan kiper kedua Ahmad Maulana alih-alih kiper utama Surya Rizky Saputra. “Kiper kedua ini blundernya di situ. Kami sebetulnya kena serang tidak masalah, tapi kiper kami kurang siap,” katanya.
Mengenai kartu merah untuk pemain Malang, Edi mengatakan, tak perlu terjadi. “Dalam sepak bola kesenggol sedikit kan tidak apa-apa. Ini mesti emosi. Padahal sudah berkali-kali dalam uji coba dan sebagainya, kami sudah instruksikan pemain yang lain (untuk sabar), yang satu lepas, tidak terkontrol,” katanya. [wir/suf]






