Jombang (beritajatim.com) – Pengurus Cabang (PC) Tidar (Tunas Indonesia Raya) Jombang berkolaborasi dengan berbagai komunitas yang tergabung dalam Kita Warsa. Mereka merefleksikan diri dalam menghadapi tantangan sosial ekonomi politik Jombang hari ini. Acara ini digelar di Locus Cafe, Minggu malam (6/10/2024).
Ada komunitas musisi, komunitas seniman, komunitas sablon, komunitas stand up comedy Jombang, komunitas Skateboard, Komunitas Sepatu Roda, dan lainnya.
Dalam forum tersebut, terdapat penampilan dari komunitas musisi. Setelahnya ada pendiskusian yang mengungkap keluh kesah masing-masing komunitas tentang kegelisahan mereka akan Jombang hari ini.
Masing-masing komunitas menyuarakan keluh kesah yang mereka hadapi selama menjalani aktivitas yang didasarkan pada hobi dan bakat mereka.
“Rencana saya sebagai seniman muda, ingin sekali memperjuangkan tagline ‘Kaligrafi kalau bukan dari Jombang iku gak sip.’ Kalau diberi kesempatan untuk diberikan tempat, saya akan kelola dengan kemampuan dan jam terbang saya. Tempat ini nanti bisa menaungi seniman-seniman di Jombang,” ujar Hario Gembel mewakili komunitas seniman.
Sementara itu, Ruben, Komunitas Jombang Skateboard mengatakan, dirinya ingin Jombang memiliki skate park di tengah kota. Agar bisa lebih mudah untuk latihan.
“Ruang terbuka hijau sekarang di Jombang nggak ada fungsinya sama sekali. Kalau bisa, kami ingin ada skate park di tengah kota, misalnya di kebon rojo. Kalau bisa aspirasi anak muda ini didengarkan,” ujarnya.
Ketua sekaligus pendiri Jombang Skateboarding mengatakan, latihan di tempat yang kurang layak bisa membahayakan. Apalagi untuk pemula yang baru belajar main skateboard. “Kita sudah dibuatkan skate park, tapi kurang pas. Skate park di Kebonratu lebih kepada BMX, tidak bisa dipakai secara universal,” jelasnya.
Selain keluh kesah mengenai skate park sebagai lokasi latihan atlet skateboard, Ruben menyadari saat ini sudah banyak anak-anak muda Jombang yang memiliki ide-ide kreatif dalam merintis UMKM.
Hal ini harusnya bisa mulai dipetakan dan difasilitasi pemerintah kabupaten Jombang. “Mereka yang baru merintis UMKM ini bisa dibantu untuk diberikan tempat dengan sewa yang lebih murah jadi bisa lebih berkembang lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, pada acara tersebut juga turut hadir Ketua Tidar Jombang, Achmad Fachruddin.
“Kita Warsa adalah sebuah komunitas yang lahir dari para komunitas-komunitas Jombang yang memiliki keresahan terhadap kondisi Jombang saat ini,” ungkap Farud, panggilan akrabnya.
Diharapkan, ini menjadi forum yang efektif untuk mempererat komunikasi komunitas lokal. Sekaligus bisa merumuskan gagasan-gagasan inovatif yang dapat membawa perubahan positif bagi Jombang. [suf]






