Surabaya (beritajatim.com) – Melalui live Instagram pada Selasa (18/10), Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso buka suara terkait gangguan gagal ginjal yang secara misterius banyak menyerang anak Indonesia. Meski belum ditemukan penyebab pastinya, IDAI mengeluarkan teori yang diduga menjadi pemicu maraknya penyakit ini.
Salah satunya terkait dengan sirup obat batuk impor produksi Maiden Pharmaceuticals yang berbasis di New Delhi, India. Jika berkaca pada kasus kematian puluhan anak di Gambia, Afrika, mereka diduga meninggal usai mengkonsumsi obat sirup yang terkontaminasi dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG).
Sembari menunggu bukti – bukti yang kuat, IDAI mengambil langkah dengan menghimbau pemerintah untuk menghentikan sementaraa penggunaan paracetamol sirup, khususnya pada anak – anak.
Imbauan ini pun menjadi pro kontra dikalangan warganet, terutama para ibu. Mengingat belakangan ini penyakit flu, batuk, pilek dan demam juga tengah menjangkit banyak orang termasuk anak – anak. Sehingga paracetamol dianggap menjadi salah satu pertolongan pertama.
Seolah menjawab kekhawatiran tersebut, seorang dokter spesialis anak Shela Putri Sundawa, melalui Tweetnya pada akun @oxfara mengingatkan masyarakat bahwa penanganan awal kala demam itu sebenarnya sederhana.
Berikut beberapa langkah awal yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak demam tanpa memberinya paracetamol sirup.
1. Kompres air hangat
2. Pakai baju yang tipis
3. Berikan cairan (air mineral) yang cukup
Ayo dibiasakan dengan yang sederhana, jangan langsung (konsumsi) obat,” tulis ibu dua anak tersebut.
Agar tidak salah kaprah, berikut adalah penjelasan mengapa 3 hal tersebut bisa membantu meredakan demam pada anak.
1. Mengompres menggunakan air hangat
Ketika anak mengalami demam, biasanya orang tua akan mengompres menggunakan air dingin atau justru es batu, ternyata ini adalah hal yang salah. Kompres dengan air dingin akan membuat tubuh menganggap hal tersebut sebagai ancaman terhadap proses melawan infeksi. Alih – alih suhu badan menurun, tubuh akan semakin meningkatnya tubuhnya hingga demam bertambah parah.
Dengan menggunakan air hangat, akan memicu produksi keringat sehingga otak akan merespon dengan menurunkan suhu tubuh secara alamiah dari dalam. Namun pastikan agar suhunya tidak terlalu panas ya!
2. Pasien menggunakan baju yang tipis
Sama halnya ketika mengompres dengan air dingin, kebanyakan orang tua juga sering memakaikan sang anak baju hangat serta selimut. Faktanya, kaus tipis dari katun akan membantu menurunkan suhu tubuh, karena mampu menyerap keringat dan membantu panas dari tubuh untuk cepat keluar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
3. Beri asupan air mineral yang cukup
Selain mengisi cairan dan menetralkan suhu tubuh, air juga diperlukan untuk melarutkan racun – racun dalam tubuh. Pada gejala demam yang ringan, mengonsumsi banyak air putih dapat membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri.
Dari tiga hal di atas, menandakan bahwa penggunaan obat belum diperlukan jika anak hanya mengalami gejala ringan. Berbeda halnya jika gejala disertai dengan penyakit serius yang membutuhkan perawatan khusus. Jika demam atau flu belum juga reda selama beberapa hari, segera lakukan pemeriksaan dengan dokter. (mnd/ian)






