Pasuruan (beritajatim.com) – Aksi pencurian rumah kosong di wilayah Kecamatan Gempol akhirnya berhasil diungkap polisi setelah melalui penyelidikan intensif selama beberapa pekan. Pelaku yang sempat meresahkan warga ternyata merupakan tetangga korban sendiri.
Penangkapan dilakukan setelah petugas berhasil melacak keberadaan tersangka yang bersembunyi di lokasi tak lazim. Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti hasil curian berupa perhiasan emas dan uang tunai.
Wakapolsek Gempol, Slamet, mengungkapkan bahwa tersangka berinisial MI melakukan aksinya dengan merusak akses masuk dari bagian belakang rumah korban.
“Pelaku masuk ke dalam rumah dan mengambil sejumlah barang berharga berupa perhiasan emas serta uang tunai,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Kasus ini terungkap setelah korban yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan kembali dari luar kota dan mendapati rumahnya dalam kondisi berantakan. Jendela yang terbuka serta isi kamar yang diacak-acak menjadi tanda awal terjadinya pencurian.
Keberadaan kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi menjadi kunci pengungkapan kasus. Dari rekaman tersebut, korban mengenali pelaku sebagai tetangganya sendiri, yang kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Panit 3 Unit Reskrim Polsek Gempol, Rofiq, menyebut informasi dari korban mempercepat proses identifikasi hingga penangkapan tersangka.
“Korban mengetahui bahwa tersangka masih tetangganya, akhirnya memberi informasi tersebut kepada tim penyidik,” jelasnya.
Pelaku akhirnya diringkus saat bersembunyi di sebuah kandang ternak milik warga untuk menghindari kejaran polisi. Saat diamankan, MI mengakui seluruh perbuatannya.
Dari hasil pemeriksaan, motif pencurian didorong oleh tekanan ekonomi dan kebutuhan hidup sehari-hari. Tersangka nekat mencongkel rumah korban menggunakan sebilah sabit untuk melancarkan aksinya.
“Motifnya karena masalah ekonomi, kebutuhan perut,” pungkas Rofiq.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, termasuk terhadap lingkungan terdekat, serta memanfaatkan sistem keamanan seperti CCTV untuk meminimalisir risiko tindak kriminal. [ada/beq]






