Surabaya (beritajatim.com) – Benzema merupakan penyerang andalan Real Madrid sejak bermusim-musim lamanya. Meski begitu, Karim Benzema sempat tidak dipanggil Timnas Prancis lantaran skandal yang mencatut namanya. Penyerang muslim berkebangsaan Prancis itu terkenal gacor kala di Real Madrid, begitupun saat berseragam Timnas si Ayam Jantan.
Benzema juga dikenal dengan penampilan khasnya yaitu menggunakan perban pada tangan kanan. Ciri khas penampilan Benzema itu berawal dari sebuah kabar buruk yang menimpanya. Ketika itu ia tengah membantu Madrid mengalahkan Real Betis (1-0) pada Januari 2019. Benzema mengalami cedera retak jari kelingking di tangan kanannya karena berduel dengan lawan.
Namun, Benzema menolak untuk menjalani operasi untuk memulihkan cedera jari tangan kanannya itu. Keputusan ini disambut gembira bagi pelatih El Real saat itu, Santiago Solari. Sebab, Benzema terbilang sebagai satu-satunya striker murni yang bisa diandalkan Madrid.
Tercatat, Benzema telah memainkan sebanyak 97% di Liga domestik berseragam Los Blancos, sejak bulan Januari 2018 hingga September 2019. Kondisi itulah yang memaksa Santiago Solari untuk tetap memainkan Benzema dengan kondisi yang sebenarnya kurang memungkinkan.
Setelah berdiskusi dengan pihak klub, Benzema dipastikan hanya akan menggunakan pelindung tangan untuk menghindari cedera yang lebih parah. Setelah 6 hari setelah insiden tersebut, Benzema kembali bermain bagi El Real.
Namun, nahas bagi Karim Benzema, ia kembali mendapatkan benturan lain tatkala bermain. Hal ini membuat proses pemulihan cedera jari tangannya terganggu. Mulai dari itu, Benzema memutuskan untuk memakai perban demi melindungi jari tangan, khususnya di bagian kelingking.
Bomber yang kini telah berusia 33 tahun itu kesulitan mendapat waktu yang tepat guna melanjutkan pemulihan setelah operasi. Sebab, ia tak hendak meninggalkan skuad Real Madrid. Oleh karena itu,Benzema memutuskan memakai perban pelindung tangan setiap menjalani pertandingan.
Hebatnya, kondisi cedera jari tangan pemain plontos tersebut ternyata tidak terlalu berpengaruh pada performa. Ia justru jadi striker makin gacor untuk Real Madrid. Benzema telah membuat 21 gol sepanjang Januari hingga September 2019. Sepanjang La Liga musim 2018-2019, dia dinobatkan sebagai top skor kedua bersama Luis Suarez setelah Lionel Messi. Untuk La Liga musim 2021 sendiri, mantan striker Lyon itu diprediksi masih akan jadi tumpuan utama El Real. (dan)






