Jombang (beritajatim.com) – Paguyuban pedagang martabak Mentoro Kecamatan Sumobito mendukung penuh paslon (pasangan calon) nomor urut 2, H Warsubi-KH Salamudin Yazid (Warsubi-Gus Salman) yang akan bertarung dalam Pilkada 2024.
Paguyuban pedagang ini tertarik dengan Warsubi-Salman yang mengusung program UMKM Jombang naik kelas. Mayoritas penduduk Desa Mentoro bermata pencaharian petani, sebagian juga pedagang. Utamanya pedagang martabak.
Ratusan penduduk Mentoro yang kini menekuni usaha martabak ini yakin jika ada yang mau peduli dengan UMKM, maka makin terbuka lebar pintu-pintu lapangan pekerjaan, ekonomi daerah juga akan terus naik dan berkembang.
Ketua Paguyuban Pedagang Martabak Mentoro, Nanang Muzaki mengaku sangat senang ketika ada Cabup yang mengusung program UMKM naik kelas dalam Pilkada Jombang.
“Abah Warsubi memang sudah terkenal dermawan. Tapi komitmennya memajukan UMKM Jombang ini sangat konsisten dari dulu. Melihat program yang ditawarkan sebagai Cabup juga paling realistis dan taktis. Beliau sangat memperhatikan masyarakat, khususnya kalangan bawah seperti PKL dan para pelaku UMKM,” katanya, Rabu (20/10/2024).
Program UMKM naik kelas yang merupakan andalan Warsubi-Salman itu, lanjut Nanang, akan sangat membantu pelaku usaha kecil yang biasanya terkendala dengan sulitnya akses permodalan dan akses pemasaran.
“Selain dikenalkan dengan produk keuangan, UMKM akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas maupun pengemasan produk. Dua aspek itu begitu penting agar menggaet minat konsumen dan menaikkan nilai jual. Tentu saja kami sebagai pelaku usaha kecil sangat antusias. Tidak sabar program WarSa dilaksanakan,” jelasnya.
Dirinya yakin dukungan penuh dari berbagai lapisan masyarakat untuk kemenangan paslon nomor urut 2, akan membawa Warsubi-Salman menuju kursi Bupati dan Wakil Bupati Jombang.
Pasangan Warsubi-Salman (WarSa) adalah Cabup-Cawabup yang akan bertarung di Pilkada Jombang 27 November 2024. Pasangan nomor urut 2 ini diusung oleh sejumlah partai. Di antaranya, Partai Gerindra (8 kursi), PKB (12 kursi), Partai Golkar (5 kursi), PKS (3 kursi), serta Partai Nasdem (2 kursi). Totalnya 30 kursi.
Sedangkan partai non-parlemen yang memberikan rekomendasi untuk pasangan ini adalah PAN (Partai Amanat Nasional), PSI (Partai Solidaritas Indonesia) dan Partai Gelora. [suf]






