Surabaya (beritajatim.com) – Teror bom di pesawat mascapai Saudi Airlines yang ditumpangi rombongan jamaah haji Jember, hari Sabtu (21/6), disampaikan lewat pesan email angkasa pura. Teror tersebut kemudian mengakibatkan pesawat melakukan pendaratan darurat saat itu juga pukul 09.27 WIB pagi, di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.
Plh Sekertaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo, mengatakan bahwa sebenarnya para rombongan jamaah atau kru pesawat tidak mengetahui teror bom tersebut, dikarenakan teror bom disampaikan melalui pesan email angkasa pura.
“Teror dikirim melalui email, yang diterima oleh angkasa pura. Bukan dari jamaah haji, atau pun kru pesawat,” ungkap Sugiyo, Sabtu (21/6) sore.
Sugiyo juga menyebut, email tersebut diketahui diduga berasal dari wilayah Sinai Bombay, India. “Akun yang digunakan (peneror bom) itu berasal Sinai Bombay, India,” jelasnya.
Insiden teror bom di pesawat rombongan jemaah haji Jember saat ini masih diselidiki, lanjut Sugiyo, oleh aparat dan pemerintah Indonesia, bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal atau FBI. “Belum ketemu motifnya (teror bom), pemerintah menggandeng FBI juga untuk menyelidiki permasalahan ini,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, pesawat ditumpangi rombongan jemaah haji asal Jember mendarat darurat di Bandara Kualanamu, usai mendapat ancaman bom pada Sabtu (21/6/2025), sekitar pukul 09.27 WIB.
Pesawat itu diketahui mengangkut sebanyak 376 jamaah haji asal Kabupaten Jember, tergabung di kloter 33, yang seharusnya dijadwalkan tiba pukul 11.30 WIB di Bandara Internasional Junada, siang tadi.
Plh Sekertaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo mengatakan bahwa kejadian ini termasuk di luar prediksi. Namun, ia memastikan seluruh jamaah haji dalam kondisi sehat dan dipastikan baik-baik saja.
“Tadi terpaksa mendarat di Bandara Kualanamu, Medan karena ada teror bom. Kemudian jamaah di evakuasi di Kualanamu dan di inapkan di hotel di Medan,” kata Sugiyo ditemui awak media, pada Sabtu (21/6) sore.
Dia menjelaskan bahwa kondisi pesawat saat ini sedang diselidiki oleh aparat terkait. Teror bom ini bukan yang pertama kali terjadi; rombongan jemaah haji di pesawat Jakarta juga mengalaminya beberapa hari lalu, namun tidak terbukti.
“Sampai hari ini belum ada laporan perkembangan penyelidikan, tapi kalau melihat ancaman bom kemarin, InsyaAllah aman. Belum ketemu motifnya,” urainya.
Debarkasi Surabaya sendiri sudah melakukan pengembangan informasi kepada pihak keluarga jamaah haji kloter 33 dari Kabupaten Jember. Untuk kepulangan jamaah ke Jawa Timur dijadwalkan ulang pada Minggu (22/6) pukul 03.30 WIB dini hari.
“Untuk informasi ke daerah, kita tidak melakukan sendiri, tapi melalui Kementerian Agama Kabupaten Jember. Jadi kita sudah koordinasi dan tidak ada masalah, tidak ada apa-apa, sehingga keluarga jamaah harus tenang,” tutupnya. [kun]






