Madiun (beritajatim.com)– Jenazah seorang bocah perempuan asal Bojonegoro yang diduga tenggelam dan terseret arus air ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu (2/3/2025). Korban, bernama Komsitun Aisyah Lailatul Febrian (7), warga Dusun Gendongan, Desa/Kecamatan Sekar, dilaporkan hilang sejak Jumat (28/2/2025).
Kalaksa BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengungkapkan bahwa timnya membantu penyisiran di sekitar Waduk Kedungbrubus, Kecamatan Pilangkenceng, atas permintaan BPBD Bojonegoro.
Berdasarkan laporan Satpol PP Kecamatan Sekar, kejadian bermula pada Jumat sekitar pukul 13.00 WIB saat korban dan beberapa anak lainnya bermain perosotan air di parit saat hujan deras mengguyur wilayah Dusun Gendongan, Desa Sekar.
“Saat itu hujan deras di wilayah Dusun Gendongan Desa Sekar, beberapa anak-anak sedang bermain perosotan air di salah satu parit,” jelas Boby.
Namun, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan air masuk ke parit tempat anak-anak bermain, sehingga arus menjadi deras dan menyeret korban hingga terbawa ke aliran sungai.
“Derasnya air yang cukup deras mengakibatkan korban terseret air dan masuk ke bantaran sungai,” tuturnya.
Korban yang memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, rambut lurus, dan mengenakan kaos warna pink, akhirnya ditemukan pada pukul 09.30 WIB, dengan jarak sekitar 12 kilometer dari lokasi kejadian.
“Korban ditemukan pukul 09.30 WIB dengan keadaan meninggal dunia, dengan radius penemuan 12 kilometer dari titik tempat kejadian,” terang Boby.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke rumah duka untuk proses visum oleh pihak puskesmas sebelum dimakamkan. [fiq/aje]






