Pasuruan (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Salah satunya yakni ambruknya teras gedung di SDN Kalisat 1. Tiga pilar penyangga roboh dan atap pun ringsek akibat peristiwa tersebut.
Fendi, penjaga sekolah, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca sebelum kejadian sebenarnya tidak terlalu ekstrem. Namun usia bangunan yang sudah tua menjadi faktor utama penyebab ambruknya teras.
“Bangunan ini sudah sangat tua, diperkirakan dibangun sekitar tahun 1970-an. Renovasi terakhir hanya pada bagian atap sekitar tahun 2003,” jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban dalam jiwa peristiwa ini karena saat kejadian sedang masa liburan sekolah. Meski demikian, kerusakan yang terjadi cukup parah. Teras yang ambruk merupakan bagian yang digunakan sebagai Unit Kesehatan Sekolah (UKS), toilet guru, dan kantin sekolah.
Menangapi kejadian ini, pihak kecamatan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Mochammad Syafii, mengatakan bahwa bangunan yang terasnya ambruk dulunya merupakan bekas rumah dinas.
“Bersama warga, pihak sekolah telah melakukan kerja bakti untuk membersihkan lokasi,” ujarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan juga menerjunkan tim reaksi cepat untuk melakukan asesmen. Hasilnya, kerusakan bangunan cukup parah. Tidak hanya atap yang lapuk, namun tembok juga sudah rapuh.
Mengingat kondisi bangunan yang sudah tidak layak, BPBD merekomendasikan agar bangunan tersebut tidak digunakan sementara waktu.
“Demi keselamatan, kami sarankan agar bangunan ini tidak digunakan dulu hingga diperbaiki secara menyeluruh,” tegas Sugeng Hariyadi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan kondisi bangunan sekolah, terutama yang sudah berusia tua. Perbaikan dan perawatan secara berkala sangat penting untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang. [ada/aje[






