Lamongan (beritajatim.com) – Kondisi yang dialami Persela Lamongan kian hari semakin memprihatinkan. Tak hanya terancam degradasi, Persela juga harus ditinggalkan oleh pelatih Jafri Sastra di sisa Liga 1 musim ini.
Seperti diketahui, pelatih berusia 56 tahun itu direkrut Persela saat jeda paruh musim BRI Liga 1 pada Desember lalu, yang menggantikan pelatih sebelumnya, Iwan Setiawan.
Bukannya mengalami peningkatan performa, kehadiran Jafri justru tak banyak memberikan angin segar perubahan yang signifikan. Bahkan, Persela semakin terjerumus ke dalam jurang degradasi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persela”]
Dugaan kuat Jafri angkat kaki dari kursi pelatih Persela ini lantaran berkaitan erat dengan rentetan hasil buruk yang dialami tim berjuluk laskarJoko Tingkir tersebut.
Tercatat, dari 9 laga yang dilakoni bersama Persela berakhir tanpa kemenangan, yakni 5 kali imbang dan 4 kali menelan pil pahit kekalahan, termasuk tumbang dari Barito Putera dengan skor 2-4, pada Jumat (18/2/2022) lalu.
Dalam kesempatan ini, Manajer Persela Lamongan Taufiq Kasrun membenarkan terkait kabar mundurnya Jafri Sastra dari kursi pelatih. “Iya, pelatih sudah pamit kemarin malam,” kata Taufiq Kasrun, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/2/2022).
Menurut Taufiq, bahwa Jafri tak mundur sendirian, ternyata Weliansyah juga turut menyusul dan memutuskan untuk melepaskan tugasnya sebagai asisten pelatih di Persela.
Dengan demikian, lanjut Taufiq, untuk sementara Persela akan ditangani oleh Ragil Sudirman, sembari mencari pelatih baru. “Kita akan cari pengganti, tapi sementara pak Ragil dulu,” tandas Taufik.[riq/kun]






