Ngawi (beritajatim.com) – Rasa gurih paduan telur tahu dan tepo, bercampur rasa kecap manis dan sambal kacang tanah pecah di lidah saat sesuap tahu tepo masuk ke mulut. Ditambah segarnya campuran sayuran berupa irisan kubis, kecambah, tauge, dan acar mentimun.
Sedapnya taburan kacang goreng dan bawang goreng juga membuat hidangan tepo tahu telur di Warung Tahu Tepo Mbok Nem semakin lengkap.
Resep yang masih dipertahankan sejak 32 tahun silam membuat kuliner tersebut jadi legenda di Ngawi. Bahkan warga dari luar pulau yang datang ke Ngawi merawasa wajib mampir ke warung sederhana di Jalan Sutomo, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan/ Kabupaten Ngawi itu. Bahkan dalam waktu lima jam bisa menghabiskan empat kilogram telur.
Harganya pun murah meriah mulai Rp 10.000 hingga Rp 12.000. Menikmati tahu tepo pun juga bisa ditambah kerupuk beras yang khas. Sehingga bisa menambah rasa gurih dan semakin renyah. Hidangan tersebut pun jadi semakin bikin nagih.
Tergantung Permintaan Pelanggan
Ferdian Heri Pengetsu (32) pengelola warung tersebut mengungkapkan kalau selama ini resep dari cem-ceman kecap yang jadi bumbu tersebut sealu dipertahankan. Sehingga, tidak mengubah cita rasa nikmat yang diwariskan sejak warung tersebut didirikan oleh sang nenek 32 tahun lalu.
‘’Kurang lebih sudah 32 tahun lalu seperti usia saya ini. Kami tidak pernah mengurangi rasa peninggalan nenek. Seperti ramuannya tidak kurang sama sekali bumbunya. Sehari bisa menghabiskan empat kilogram telur. Yang datang dari luar kota juga luar Jawa. Ini khas Ngawi. Dibuat dari tepo, tahu, dan telur, dari sambel kacang, cabai, bawang, taoge, seledri kol, ditambah krupuk, krupuk memang beda dengan yang dulu sekarang krupuk gareng,’’ kata Ferdian pada beritajatim.com, Sabtu (12/3/2022).

Yang wajib ada dalam sajian tahu tepo adalah tepo. Yakni, beras yang dibungkus daun pisang berbentuk segitiga kemudian direbus sampai memiliki tekstur yang mirip lontong. Tepo tersebut digunakan sebagai pengganti nasi. Pun, pelanggan masih bisa memilih apakah hendak menikmatu tahu tepo menggunakan tepo maupun tidak.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kuliner-ngawi”]
Salah seorang pelanggan mengaku penasaran dengan kuliner yang hanya buka pada pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB. Lely Agustin, warga asli Magetan itu sengaja datang ke NGawi untuk mencoba kulner tepo tahu Mbok Nem. Banyak rekan asal Ngawi yang merekomendasikan kuliner tersebut padanya.
‘’Saya dengar dari temen-temen rasanya enak akhirnya saya ke sini. Setelah saya coba rasanya gurih banget, rasa sambal kacang dan kecapnya itu bercampur jadi enak. Sayurannya segar, taburan bawang dan kacang gorengnya juga saya suka. Meneysal kalau datang ke NGawi tidak mampir ke sini,’’ kata Lely. (fiq/ted)






