RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 152.724 jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi hingga hari ke-24 operasional.
- Persiapan fasilitas tenda di Padang Arafah untuk fase puncak haji telah mencapai 90 persen.
- Jemaah diimbau membatasi aktivitas luar ruangan dan menghemat energi untuk menghadapi rangkaian Armuzna.
- Kemenhaj menyiagakan Satuan Operasi Armuzna guna memitigasi kepadatan pergerakan jemaah di jalur Masyair.
Makkah (beritajatim.com) – Sebanyak 152.724 jemaah haji Indonesia diimbau untuk segera menghemat energi dan membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun 1447 H/2026 M. Imbauan ini dikeluarkan seiring dengan kesiapan fasilitas tenda di Arafah yang kini telah mencapai 90 persen serta suhu udara di Arab Saudi yang terus meningkat.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, memasuki hari ke-24 operasional haji, seluruh layanan bagi jemaah Indonesia terpantau berjalan lancar.
Pergerakan jemaah dari Madinah maupun kedatangan gelombang kedua dari Jeddah kian memadati Kota Makkah, yang mengharuskan manajemen stamina menjadi prioritas utama petugas dan jemaah.
Berdasarkan data operasional terbaru pada Kamis (14/5/2026), tercatat sebanyak 395 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 353 kloter dengan 136.422 jemaah sudah berada di Makkah.
Sementara itu, kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, mencatat 120 kloter dengan 45.914 jemaah, ditambah 10.535 jemaah haji khusus yang telah bersiap menjalani rangkaian ibadah.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menjelaskan bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat ini tengah mematangkan layanan puncak haji melalui Satuan Operasi Armuzna. Fokus utama meliputi kesiapan akomodasi, konsumsi, dan armada transportasi bus Masyair yang akan mengangkut jemaah dari Makkah menuju Arafah.
“Kesiapan tenda di Arafah saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Peninjauan layanan transportasi bus Masyair juga terus dilakukan untuk memastikan mobilitas jemaah berjalan lancar saat puncak haji,” ujar Maria Assegaf dalam keterangan resmi di Jakarta.
Selain kesiapan fisik bangunan, PPIH juga telah menyiapkan skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi kepadatan di jalur krusial, khususnya pada rute Arafah menuju Muzdalifah dan berlanjut ke Mina. Kecepatan respons petugas di lapangan menjadi kunci agar jemaah tidak terjebak dalam kepadatan yang berisiko memicu kelelahan fisik.
Mengingat suhu siang hari yang menyengat, jemaah haji asal Jawa Timur dan wilayah lainnya diminta tetap berada di dalam hotel dan menghindari aktivitas di bawah terik matahari secara langsung. Jemaah ditekankan untuk mengenali kondisi tubuh masing-masing dan disiplin dalam menjaga asupan cairan.
“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan baik,” lanjut Maria. Sesuai anjuran medis, jemaah wajib melakukan hidrasi rutin minimal 200 ml air per jam dan mengonsumsi elektrolit guna menghindari dehidrasi berat.
Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan risiko tinggi (risti), Kemenhaj meminta koordinasi dengan ketua regu serta petugas kesehatan diperketat.
Jemaah diimbau menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, alas kaki, dan masker saat beraktivitas di luar hotel guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat debu dan panas ekstrem menjelang keberangkatan ke Padang Arafah pada akhir Mei mendatang. [ian/MCH]






