Surabaya (beritajatim.com) — Aksi bersih-bersih sungai yang rutin dilakukan Pandawara Group kembali menyita perhatian publik. Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resmi mereka pada Rabu (16/7/2025), kelompok pemuda asal Bandung ini tampak geram saat menemukan banyak pembalut bekas yang mencemari aliran sungai.
Pendiri Pandawara Group, Agung Rahma, mengungkapkan kekesalannya saat menunjukkan sejumlah pembalut bekas tersebut.
“Untuk wanita dan perempuan di Indonesia, stop untuk buang pembalut sembarang ke sungai seperti ini. Ini menyiksa kita yang berkegiatan di sungai. Ini membuktikan bahwasannya masih banyak wanita atau perempuan yang jorok. Ini sangat-sangat tidak pantas dilakukan,” ujarnya.
Agung juga menegaskan bahwa temuan ini bukan yang pertama kali mereka alami, namun baru kali ini pihaknya memutuskan untuk menyuarakannya secara terbuka. Menurutnya, kondisi ini membuktikan bahwa kesadaran sebagian masyarakat terhadap kebersihan dan sanitasi masih rendah.
“Mohon maaf ini menjijikkan. Dan ini bukan kali pertama kita menemukan sampah-sampah pembalut seperti ini, ges. Cuman baru kali ini kita speak up mengenai pembalut ini. Karena kita lumayan cukup muak dengan sampah-sampah seperti ini,” geramnya.
Lebih lanjut, Agung memberikan edukasi sederhana terkait cara membuang pembalut bekas yang benar. Ia menyarankan agar pembalut dibungkus rapat menggunakan kantong plastik, lalu dibuang ke tempat sampah.
“Memang sebetulnya jika dilihat bahan sampah seperti ini emang lumayan sulit untuk di daur ulang. Maka dari itu, setelah pemakaian, masukin kantong keresek dengan baik dan rapi. Tunggu hingga tugas kebersihan ataupun petugas sampah ambil sampah kalian ke rumah masing-masing. Sehingga sampah-sampah yang sulit di daur ulang seperti ini bisa langsung dibawa ke TPA untuk dileburkan. Sesimpel itu,” terangnya.
Selain itu, Agung juga menyampaikan pesan moral yang cukup tajam, terutama kepada kaum perempuan. Ia mengingatkan bahwa kecantikan tidak hanya soal penampilan fisik, tapi juga harus dibarengi dengan perilaku yang mencerminkan tanggung jawab sosial dan lingkungan, termasuk dalam membuang sampah pembalut. [fyi/aje]






