Surabaya (beritajatim.com) – Seorang guru di Bangkalan, Madura, yang juga merupakan single parent, Dewi Nurista Prismartini, terpaksa menempuh perjalanan sejauh 90 kilometer setiap hari untuk mengajar.
Kondisi ini terungkap setelah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) melakukan kunjungan kepada para insan pendidikan di seluruh wilayah Jatim beberapa waktu lalu, dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan Pendidikan.
Dalam kegiatan itu, diketahui bahwa ternyata, guru tersebut merupakan istri dari salah satu awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali pada Sabtu, 24 April 2021 silam.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menyebutkan bahwa kini pihaknya tengah mengupayakan agar guru tersebut dipindahkan ke sekolah yang lebih dekat dengan rumahnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkannya dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan sekaligus merawat kedua anaknya.
Aries menambahkan, upaya pemindahan tersebut diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di wilayah tersebut. “Saat ini sedang kami urus prosesnya supaya guru tersebut (mengajar, red) tidak jauh dari rumahnya, dan bisa memberikan pendidikan kepada anak-anak kita dengan lebih dekat lagi,” ujar Aries, Selasa (25/3/2025).
Di samping itu, langkah ini juga sejalan dengan komitmen Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa untuk memberikan perhatian khusus kepada para keluarga korban insiden tenggelamnya kapal Nanggala-402 tersebut.
“Ini consenr Ibu Gubernur, dulu menyampaikan bahwa kalau ada anak dan keluarganya yang kebetulan korban dari TNI kita yang gugur di kapal selam Nanggala itu, supaya diperhatikan (pendidikan, red) sampai lulus,” ungkap Aries.
Ia mengungkapkan bahwa Dewi merupakan seorang guru PPKN di SMKN 1 Kokop, Bangkalan. Setiap hari, Dewi harus menempuh 1,5 jam perjalanan untuk sampai di sekolah.
“Ibu Dewi adalah sosok guru yang luar biasa dengan dedikasi tinggi. Kami sangat terharu dengan semangat beliau. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden dan Ibu Gubernur, kami akan memberikan perhatian khusus kepada keluarga para pahlawan KRI Nanggala-402, termasuk memastikan pendidikan putra-putri mereka berjalan lancar,” tuturnya.
Sebagai informasi, tenggelamnya KRI Nanggala-402 menjadi duka mendalam bagi warga Jawa Timur. Pasalnya, dari total 53 orang prajurit yang berada di dalam kapal tersebut, 47 orang di antaranya merupakan warga Jawa Timur.
Mereka berasal dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, Lamongan, Bangkalan, Madiun, Probolinggo, Tulungagung, Nganjuk, Kediri, Tuban, dan Banyuwangi.
Safari Ramadan Pendidikan sendiri bukan sekadar kegiatan berbagi di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan guru secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi refleksi dan koreksi bagi Dindik Jatim untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru dan memastikan akses pendidikan yang layak bagi semua murid. [ipl/kun]






