Jember (beritajatim.com) – Tim Sepak Bola Putra Kabupaten Pasuruan sukses menghentikan perlawanan Kabupaten Banyuwangi di babak perempat final Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII dengan skor 2-0 di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Senin (27/6/2022).
Gol pertama Kabupaten Pasuruan dicetak Ali Mashori pada menit 9. Sedangkan sang kapten, Ceppy Akhmad Pribadi, menjebol gawang Banyuwangi pada menit 45+1.
Sementara Kota Surabaya menang 1-0 atas Kota Blitar di Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang. Kemenangan ini menjadikan Surabaya sebagai lawan Kabupaten Pasuruan di babak semifinal pada 30 Juni 2022.
Asisten pelatih Kabupaten Pasuruan, Kasiyanto mengatakan, tren permainan anak-anak asuhnya menunjukkan peningkatan sejak menang 2-1 atas Kota Malang dalam penyisihan Grup C. Meski mental para pemainnya sempat terguncang usai kalah dari Jember.
“Sesudah kalah lawan Jember, pemain kami sempat stres berat. Kami kemudian berbenah dan akhirnya bisa menemukan jati diri permainan kami kembali,” katanya.
Kabupaten Pasuruan sebenarnya tidak bisa turun dengan kekuatan penuh. Penjaga gawang andalan Mohammad Hisyam harus diparkir dulu karena mengalami cedera dislokasi tulang bahu setelah berbenturan dengan pemain Kota Malang.
Dalam pertandingan melawan Banyuwangi, Akhmad Yanuar berada di bawah mistar gawang. “Semua pemain berpikiran positif bahwa kiper bisa. Semua siap,” kata Kasiyanto.
Yanuar pernah menjadi penjaga gawang kedua di Persekabpas Kabupaten Pasuruan, klub Liga 3. “Penampilannya agak over, karena tingkat stres pertandingan ini tinggi. Psikis dan mentalnya drop karena tekanan dari luar dan tim,” kata Kasiyanto.
Melawan Banyuwangi, Pasuruan memilih memakai pola 4-2-3-1, bukan lagi 4-1-4-1. Gelandang double pivot diharapkan bisa membantu pertahanan membendung kecepatan pemain-pemain Banyuwangi, seperti Eko Wahyudi, Derby Adi Nugroho, Deni Setiawan, dan Mohamad Richard Fadilllah.
“Kami memilih main aman dulu. Begitu ada momen pas untuk melakukan serangan balik, ya kami lakukan. Alhamdulillah pada menit awal kami sudah bisa mencuri gol,” kata Kasiyanto.
Pelatih Banyuwangi, Eko Suhariyanto juga mengatakan, gol cepat Pasuruan berpengaruh terhadap jalannya pertandingan. “Kemampuan dua tim sama. Tapi ada gol spektakuler tadi, mental anak-anak bisa jadi turun,” katanya.
Gol kedua Pasuruan melalui tendangan bebas Ceppy Akhmad terjadi karena kurang disiplinnya pertahanan Banyuwangi. “Kami kehilangan konsentrasi pada menit-menit awal. Bisa jadi mungkin karena kurangnya pemanasan. Kami diberi kesempatan melakukan pemanasan di luar stadion, tapi situasi full kendaraan. Kami hanya sebentar melakukan pemanasan. Hanya lima menit. Tentu kurang,” kata Eko.
[berita-terkait number=”3″ tag=”porprov-jatim”]
Pasuruan sempat tertekan setelah gelandang M. Satrya Rinaldi harus keluar lapangan karena mendapat dua kartu kuning pada menit 7 dan 52. Namun pemain Banyuwangi gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Para tukang gedor Laskar Blambangan kurang tenang saat mengeksekusi peluang di depan gawang. “Jadi peluang terbuang sia-sia,” kata Eko.
Kasiyanto menghargai keputusan wasit Agung Setiawan dari Lamongan. “Memang pantas. Wasit fair. Selama ini wasit tidak memihak kami. Fair, memang ada pelanggaran. Kami justru memarahi pemain. Pemain muda labil,” katanya.
Sepuluh menit terakhir babak kedua, para pemain Banyuwangi mulai mengubah taktik dengan mengirimkan bola langsung ke kotak penalti Pasuruan melalui umpan silang. Sejumlah peluang terjadi. Namun semuanya gagal dimanfaatkan, karena pemain terburu-buru.
Setelah wasit meniupkan peluit akhir pertandingan, Eko bisa menerima kekalahan itu. “Anak-anak sudah berjuang maksimal. Hasilnya tidak berpihak pada kami. Kami akan bersiap untuk porprov tahun depan. Mungkin 60 persen pemain akan kami pertahankan,” katanya. [wir/beq]






