Malang (beritajatim.com) – Pada umumnya, anak-anak muda yang tengah mengejar pendidikan di perguruan tinggi menghabiskan waktu bersantai bersama teman sebaya.
Namun, situasi ini tidak berlaku bagi Royyan Wafi Pujiyanto. Pemuda asal Jember ini memilih untuk mengembangkan inovasi.
“Waktu saya mengingat masa SMA, saya sudah mempersiapkan diri untuk ujian masuk perguruan tinggi sejak kelas satu SMA. Saya selalu memiliki tujuan dan rencana untuk beberapa tahun ke depan,” ungkap Wafi, julukan akrabnya.
Sejak awal kuliah, Wafi telah aktif mencari peluang untuk membangun bisnisnya sendiri. Ia tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) bisnis.
“Pada saat itu, saya tidak memiliki pengetahuan apa-apa. Tapi kemudian, saya dihadapkan pada tantangan untuk berjualan. Di situlah saya mulai belajar secara perlahan dan perlahan,” ujar Wafi yang saat ini berusia 24 tahun.
Namun, masa pandemi Covid-19 membawa perubahan signifikan bagi Wafi. Kampusnya, yaitu Institut Teknologi Surabaya (ITS), memberinya tanggung jawab untuk merancang baju hazmat.
“Pada saat itu, baju hazmat sangat diperlukan, terutama oleh tenaga medis yang berinteraksi dengan pasien Covid-19. Setelah menyelesaikan proyek tersebut, saya merasa tertantang untuk memulai bisnis sendiri,” jelasnya.

Pada tahun 2020, Wafi meluncurkan inovasi Cofilm+, sebuah aplikator dan pemasok cat pelapis anti virus dan bakteri yang mampu menghancurkan 90 persen virus dalam 10 menit dan 99,9 persen dalam satu jam.
“Saat awal mengembangkan Cofilm+, saya bekerja sendirian. Kemudian, saya mendapat dukungan dari Pak Agung yang masih aktif membantu hingga saat ini. Tim Cofilm+ saat ini terdiri dari tujuh orang,” tutur lulusan teknik elektro ini.
Baca Juga: CoFilm Juara 2 Raih LPDP Business Competition 2023
Harapannya, usahanya akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di masa depan. Pasalnya, teknologi dalam bidang kesehatan selalu dibutuhkan.
“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, kami ingin terus mengembangkan produk kami agar lebih mudah digunakan oleh masyarakat dan memberikan manfaat yang maksimal,” kata Wafi yang kini tinggal di Surabaya.
Dalam kesempatan ini, Wafi memberikan pesan kepada rekan-rekan muda agar tidak terjebak dalam zona nyaman.
“Keluarlah dari zona nyaman, coba segala hal yang kamu bisa, eksplorasi semua yang kamu sukai dan inginkan terkait hobi atau apapun, karena kita masih muda. Kita tidak akan pernah tahu hasilnya kalau kita tidak mencoba,” pungkas Wafi. (ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]






