Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Departemen Teknik Sipil Universitas Negeri Malang (UM) kembali meraih juara 1 di ajang Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) 2023. UM menjadi juara bertahan karena pada ajang sebelumnya juga meraih juara yang sama.
Tim dari UM bernama Doa Ibu menyabet juara kategori jembatan pelengkung dan kategori jembatan terindah dan terealistis dalam gelaran yang diadakan oleh Balai Pengembangan Talenta, Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ajang ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 16-20 Oktober 2023 lalu.
Tim Doa Ibu, beranggotakan oleh tiga mahasiswa, yaitu Mohammad Salman Alfarisi, Fajar Tamami dan Daffa Syarif Abdullah. Alfarisi menjelaskan, tim mempersiapkan lomba sejak bulan April dengan fokus latihan perakitan jembatan.
Baca Juga: Polres Pasuruan Tangkap Pelaku Penipuan Bermodus Dukun Pengganda Uang
Ditambahkan oleh pembimbing Tim Doa Ibu, Mohammad Musthofa Al Ansyorie, S.Pd, MPd., bahwa timnya sempat mengalami kesulitan terkait penyiapan bahan material jembatan yang harus didatangkan dari luar negeri. Hal itu menghambat proses latihan perakitan.

“Penyiapan material jembatan yang harus kami datangkan dari China dan itu membutuhkan waktu 14 hari sampai di Malang sehingga proses latihan perakitan kami sedikit molor. Namun, dengan pemilihan material yang tepat dan bagus ini mengantarkan tim kami meraih juara ajang KJI 2023 ini,” ujar Ansyorie, sapaannya.
Tim Doa Ibu mampu menyelesaikan perakitan jembatan dengan waktu 93 menit yang tercatat sebagai waktu tercepat diantara tim lain. Berat jembatan tergolong ringan, karena hanya 40 Kg dan mampu menahan beban sesuai ketentuan hingga 300 Kg.
Baca Juga: 6 Brand dan 1 Manufaktur Diusung J99 Corp. Dalam Pameran Luringdi ICE BSD
“Jembatan kami berbahan baja alur dan kawat seling sebagai penggantung gelagarnya. Kita juga meraih kategori terindah yang mungkin desain kita paling bagus. Kemudian dengan lendutan yang 7,01 mili, itu lendutan terkecil selain kontingen lain. Selain itu inovasi mahasiswa menjadi penilaian yang besar,” lanjut pembina.
Kemenangan perlombaan yang diwakili oleh mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2021 dan 2022 tersebut sangat membanggakan. Departemen Teknik Sipil FT UM bisa menjaga tradisi juara setiap tahunnya ketika ikut kompetisi ini.
Ansyorie berharap kepada mahasiswa yang lain agar bisa berprestasi dan membanggakan institusi. Dia mengucapkan terima kasih atas dukungan pimpinan, mulai dari Rektor beserta jajaran pimpinan UM, Dekan, dan Pimpinan FT.
“Kami sampaikan terima kasih atas segala dukungan untuk kami sehingga bisa berprestasi dan membanggakan UM. Harapan kami, para pimpinan UM dapat selalu mensupport kegiatan kami maupun kegiatan kemahasiswaan yang lain,” tutup pembina. (dan/ian)






