Kediri (beritajatim.com) – Untuk menekan kasus stunting sekaligus memperingati Hari Gizi Nasional, anggota DPRD Kota Kediri Regina Nadya Suwono mengajak emak-emak di Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri masak bersama.
“Di Kota Kediri angka stunting masih cukup tinggi dan ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bersama. Makanya kita masak bersama, memberi menu-menu contoh gizi seimbang. Kemudian ada dokter ahli gizi juga,” kata wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan Kota Kediri itu usai masak bersama emak-emak di Kantor Kelurahan Sukorame, Kamis (26/1/2023).
Menurut anggota Komisi B DPRD Kota Kediri ini, ada dua strategi yang bisa ditempuh dalam menurunkan angka stunting. Yaitu dengan memberikan nutrisi yang cukup kepada ibu hamil dan nustrisi tambahan saat 1.000 hari pertama si jabang bayi ada di dalam kandungan.

Masak bersama emak-emak yang dilakukan oleh Mbak Rere, panggilan akrab Regina Nadya Suwono ini sebenarnya bagian dari kegiatan utamanya yaitu, Sosialisasi Produk Hukum kepada masyarakat di Kelurahan Sukorame.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]Dalam sosialisasi produk hukum kali ini, Anggota DPRD Kota Kediri termuda ini menjelaskan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPRD, salah satunya membuat peraturan daerah (perda) yang harus diketahui oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Mbak Rere, juga mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan yang ditanggung oleh negara. Dengan kolaborasi yang dilakukan DPRD bersama Dinas Kesehatan, pihak Kelurahan ini, Regina, percaya PR besar kasus stunting di Kota Kediri bakal segera teratasi.
“Anak-anak bangsa ini harus dicetak dan dipersiapkan. Selama 10-20 tahun ke depan jika ingin Indonesia Emas, maka dengan mencetak SDM-nya. Pemerintah jangan hanya memikirkan pembangunan saja, sementara ini dilupakan,” sindir Regina.
Regina ingin, kegiatan yang dilakukan ini sebagai pengingat, agar pintu hati para pejabat terbuka serta memiliki kepedulian tinggi dalam tumbuh kembang anak dan masalah kesehatan dasar. [nm/kun]






