Ringkasan Berita:
- FPRB Mojokerto revitalisasi benteng sekam di turunan AMD Sendi, Pacet.
- Perbaikan dilakukan karena kondisi benteng lama sudah rusak dan tidak optimal.
- Sebanyak 350 karung sekam disusun ulang sebagai jalur penyelamat kendaraan.
- Upaya ini untuk menekan kecelakaan di jalur ekstrem Cangar-Pacet yang rawan rem blong.
Mojokerto (beritajatim.com) – Upaya menekan angka kecelakaan di jalur ekstrem Cangar-Pacet terus dilakukan. Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto bersama masyarakat melakukan revitalisasi benteng sekam penyelamat di kawasan turunan AMD Sendi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Benteng penyelamat tersebut diperbaiki karena kondisinya sudah tidak layak dan kurang maksimal dalam menahan kendaraan yang mengalami rem blong di jalur menurun. Revitalisasi dilakukan secara gotong royong oleh relawan FPRB bersama warga setempat.
Ketua FPRB Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam, menjelaskan kerusakan benteng sekam disebabkan usia bangunan serta seringnya benteng tersebut menahan kendaraan yang kehilangan kendali.
“Iya kemarin kami lakukan revitalisasi di rest area, atasnya Maju Mapan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, benteng sekam di jalur Gotekan masih dalam kondisi cukup baik, sehingga perbaikan difokuskan di turunan AMD Sendi. Benteng lama mengalami kerusakan karena sekam di dalam karung sudah lapuk akibat usia dan sering terkena benturan kendaraan.
“Sehingga perlu segera ditata ulang agar kembali berfungsi optimal. Sekam lama yang berada di dalam karung diurai kembali, lalu dimasukkan ke karung baru. Total ada sebanyak 350 karung sekam berhasil disusun ulang,” jelasnya.
Karung-karung tersebut disusun sepanjang sekitar 30 meter dengan tinggi antara 1,5 hingga 1,8 meter di sisi jalur penyelamat. Karung baru yang digunakan merupakan bantuan dari BPBD Kabupaten Mojokerto dan PU Bina Marga Jawa Timur.
Selain perbaikan fisik, relawan juga memberikan edukasi kepada pengendara agar lebih waspada saat melintas di jalur Pacet-Cangar. Jalur ini dikenal memiliki medan ekstrem dengan turunan curam, tikungan tajam, serta potensi kabut tebal yang meningkatkan risiko kecelakaan.
“Setiap akhir pekan ada relawan yang berjaga dan juga disiapkan ambulans. Kami menghimbau pengguna jalan agar memastikan kondisi rem, menggunakan gigi rendah saat turunan, dan tidak memaksakan kendaraan jika tidak prima,” tambahnya.
Revitalisasi benteng sekam ini diharapkan mampu menjadi perlindungan tambahan bagi pengguna jalan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan, terutama akibat rem blong yang kerap terjadi di kawasan Sendi. [tin/beq]







