Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk menekan laju inflasi di menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Mojokerto kembali menggelar Pasar Murah Ramadhan Berkah. Kali ini, Pasar Murah Ramadhan Berkah tersebut digelar di halaman Pendopo Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jumat (21/3/2025).
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barraa mengatakan bahwa, selain bertujuan untuk menjaga kestabilan harga komoditi pangan, Pasar Murah Ramadhan Berkah juga digelar untuk menekan laju inflasi di Bumi Majapahit, yang berada di angka 0,46 persen pada bulan Februari lalu.
“Angka inflasi Kabupaten Mojokerto masih dalam kondisi aman. Peningkatan harga tersebut terjadi karena banyaknya permintaan, sudah seperti biasanya kalau bulan suci Ramadan begini permintaan banyak dan bersamaan, maka ini akan bersifat temporer,” jelasnya.
Ini merupakan kali kedua kegiatan serupa digelar. Sebelumnya digelar di Pasar Raya Mojosari, Kecamatan Mojosari. Tidak hanya berfokus pada pengendalian inflasi, pasar murah ramadhan berkah juga merupakan media bagi Pemkab Mojokerto untuk membantu perekonomian masyarakat di tengah tingginya harga pangan saat ini.
“Pasar Murah Ramadhan Berkah ini juga bertujuan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang insyaallah relatif terjangkau,” katanya yang hadir didampingi Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Rizal Oktavian.
Pada pengaplikasiannya penyelenggaraan Pasar Murah Ramadhan Berkah yang juga merupakan agenda program 100 hari kerja Bupati Mojokerto ini, diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto dengan bersinergi dengan PT BPR Majatama Perseroda.
Yakni dalam hal pemberian subsidi harga bahan pokok. Selain menawarkan barang pokok dengan harga dibawah standar pasar, Pasar Murah Ramadhan Berkah tersebut terdapat pula stand khusus yang melayani para pengusaha kecil dan mikro untuk mendaftarkan merek dagang masing-masing.
Keduanya berkesempatan untuk menyerahkan langsung beberapa sertifikat merek kepada para pengusaha Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) yang telah mendaftar. Gus Barra (sapaan akrab, red) menganjurkan kepada para pengusaha yang hadir agar bisa berinovasi dan meningkatkan kualitas produk demi mencapai peningkatan omset.
“Kita harus semangat untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas, harus optimis untuk bisa menembus pasar dunia, sehingga ke depan kita bisa meningkatkan omset seluruh pelaku usaha IKM dan UMKM di Kabupaten Mojokerto,” tegasnya. [tin/kun]






