Jember (beritajatim.com) – Jalur lalu lintas Kabupaten Banyuwangi – Kabupaten Jember, Jawa Timur, terganggu akibat longsornya tebing dan tumbangnya pohon, Minggu (6/11/2022) sore. Kendaraan roda empat tidak bisa melewati jalur tersebut.
Gunung Gumitir memiliki ketinggian 620 meter dengan panjang jalur delapan kilometer yang terbagi di dua kecamatan yakni Silo (Jember) dan Kalibaru (Banyuwangi). Jalurnya berkelok-kelok, dengan satu sisi dibatasi dinding gunung dan sisi lainnya dibatasi jurang.
Sore tadi hujan deras yang terjadi sejak pukul 14.30 menyebabkan tebing selebar 15 meter dan setinggi delapan meter longsor jelang Magrib. Selain itu, ada pohon berdiameter 250 centimeter tumbang dan melintang di jalan raya Jember-Banyuwangi Kilometer-231+100, yang masuk wilayah Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.
Sebuah sepeda motor yang ditunggangi Rangga Pratama (23), warga Banyuwangi, sempat tertimpa pohon yang tumbang. Namun berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, ia tidak terluka parah dan bisa melanjutkan perjalanan.
“Saat ini kami masih melakukan pembersihan material di jalanan. Arus lalu lintas masih macet dan kondisi di lokasi hujan mengguyur dengan intensitas sedang,” kata Sekretaris BPBD Jember Heru Widagdo. Dibutuhkan alat berat dikarenakan longsoran yang parah dan banyak titik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bencana-jember”]
BPBD Jember sudah melanjutkan informasi ini kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember dan Jawa Timur agar segera dilakukan perbaikan. “Ini karena sewaktu-waktu longsor susulan bisa terjadi dan dapat memutus jalur tersebut,” kata Heru.
Jalur Gumitir memerlukan tindakan preventif. Menurut Heru, beberapa pohon juga butuh penanganan, karena dalam kondisi mengkhawatirkan yang berpotensi mencelakai pengguna jalan dan warga. “Kami mengimbau kepada pengendara agar selalu waspada dan berhati-hati saat melewati jalur Gumitir,” kata Heru. [wir/but]






