Jember (beritajatim.com) – Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan menciptakan rasa nyaman bagi korban kekerasan seksual agar mau bercerita dan melaporkan kejadian yang dialami untuk ditangani.
Ketua Satgas PPKS Universitas Jember Fanny Tanuwijaya mengatakan, tantangan terbesar satgas adalaj meyakinkan korban. “Korban kadang masih malu merasa sebagai korban kekerasan seksual untuk melapor kepada kami,” katanya, ditulis Senin (23/1/2023).
“Kami akan sosialisasikan, dengan cara apapun, korban harus bisa didekati, baik secara personal atau individu, dengan kekeluargaan, sehingga korban bisa mengungkapkan kasus yang dialami. Kami akan menangani dengan baik,” kata Fanny.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unej”]
Fanny meminta seluruh civitas akademika Unej tidak malu dan segan untuk melapor jika mengalami kekerasan seksual. “Sebelum itu kita juga melakukan pencegahan sebenarnya, dari diri kita sendiri. Kita punya tameng untuk diri kita sendiri agar jangan sampai terjadi kekerasan seksual. Nanti kami akan sosialisasikan panduan di 15 fakultas,” katanya.
Satgas PPKS Unej beranggotakan 15 orang dan dilantik 11 Januari 2023 silam oleh Rektor Iwan Taruna. Dengan masa jabatan dua tahun, satgas akan melakukan serangkaian kegiatan. “Kami akan membuat buku pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Universitas Jember,” kata Fanny.
PPKS juga akan menyusun rencana kerja jangka pendek, menengah, dan panjang. “Kami akan membuat hotline, termasuk di media sosial baik itu Twitter, WhatsApp, Facebook, Instagram tentang keberadaan PPKS di Unej, sehingga bisa diakses masyarakat, khususnya di lingkungan Universitas Jember,” kata Fanny.
PPKS akan menangani semua persoalan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Unej. “Misal bapak tukang atau penjual bakso di lingkungan Unej, bila melakukan tindak kekerasan,” kata Fanny.
Rektor Iwan Taruna meminta PPKS segera berkonsolidasi dan berkolaborasi dengan segenap pemangku kepentingan. “Dengan demikian terjalin sinergi yang baik agar continous quality improvment terus berjalan. Anggota Satgas PPKS Universitas Jember harus menjadi garda terdepan penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di kampus sesuai dengan aturan dan etika yang ada,” katanya. [wir/kun]






