Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta Camat dan Lurah membuat WhatsApp Group (WAG) untuk menampung curhatan ketua RT, RW, dan LPMK.
“Nanti saya ada di dalam grup itu, ikut memantau teman-teman RT, RW, dan LPMK. Ketika ada masalah bisa tolong disampaikan di grup WA,” ujar Eri, Rabu (15/2/2023).
Eri menyebut Ketua RT, RW, dan LPMK bisa curhat di masing-masing WAG kecamatan. Dengan adanya grup tersebut, ia berharap tidak ada lurah dan camat yang tidak merespon ketika Ketua RT, RW, dan LPMK membutuhkan bantuan.
Tak hanya itu, Eri juga mengingatkan, agar Ketua RT, RW, dan LPMK mampu memberikan yang terbaik untuk warganya. Terutama, ketika ada warga yang membutuhkan bantuan sosial, mengurus administrasi kependudukan (adminduk), penanganan stunting, dan sebagainya.
“Ketika sudah terpilih, maka panjenengan harus bekerja untuk kepentingan rakyat. Jangan untuk wali kota, DPRD apalagi partai,” kata Eri.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkot-surabaya”]
Selain itu, Eri mengingatkan mengenai bahaya dan dampak buruk pungutan liar. Agar Ketua RT, RW, dan LPMK tidak terjebak pungli, ia meminta agar berhati-hati serta selektif ketika meminta iuran kepada warga.
Jika iuran itu untuk kepentingan warga, maka diperbolehkan. Misal, iuran untuk sekuriti menjaga keamanan, pengangkutan sampah, dan sebagainya itu boleh.
“Asalkan untuk kepentingan warga. Tapi kalau bukan untuk kepentingan warga, diharapkan hati-hati,” tegasnya.
Untuk kedepannya, Eri akan mengajak Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Kepolisian untuk turut serta memberikan pengarahan kepada Ketua RT, RW, dan LPMK.
“Jadi jangan sampai ke depannya ada masalah yang berimbas pada hukum,” pungkasnya.[asg/ted]






