Jember (beritajatim.com) – Hasin Syafrawi, Ketua Takmir Masjid Jamik Baitul Amin, mengeluhkan penyekatan jalan protokol pada tengah malam di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Penutupan tersebut merepotkan warga yang inginb beriktikaf atau beribadah malam hari di masjid tersebut.
Penyekatan itu, menurut Hasin, terjadi mulai pukul 00.00 WIB dari perempatan Kaliwates, Jalan Gajahmada, dan Jalan Sultan Agung. “Penutupan itu dilakukan justru pada saat para muktakifin (orang yang hendak iktikaf di masjid) mulai berangkat menuju Baitul Amin,” katanya, Minggu (3/4/2022).
Penyekatan tersebut sebenarnya sudah berjalan selama pandemi Covid sebagai bagian dari PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Namun gara-gara penutupan tersebut, saat ini jemaah kerepotan. “Para jemaah yang berasal dari arah Mangli harus melakukan ‘thawaf’ (berputar) terlebih dahulu sebelum sampai ke masjid Baitul Amin,” kata Hasin.
Hasin berharap agar penyekatan tidak dilakukan lagi. “Akses ke masjid-masjid dalam kota tak seharusnya ditutup, sebab terdapat rombongan jemaah bermobil yang datang dari luar area kota Jember,” katanya.
Masjid Jamik Baitul Amin menjadi tempat favorit kaum muslimin yang hendak beriktikaf atau beribadah pada tengah malam. Awal Ramadan, jumlah warga yang beriktikaf pada kisaran 50-100 orang. Namun, memasuki sepekan terakhir Ramadan, jumlahnya bisanya bertambah dan masjid penuh sesak. “Sebagian jemaah terpaksa nenempati halaman masjid,” kata Hasin.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ramadan-2022″]
Hasin ingat bagaimana dulu Bupati MZA Djalal dan istri juga ikut beriktikaf bersama beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) pada malam-malam pekan terakhir Ramadan. Saat ini, jumlah jemaah yang beriktikaf lebih berkurang setelah sejumlah masjid membuat program iktikaf tersendiri, seperti Masjid Roudhotul Mukhlisin, Masjid Nurussolihin, dan lain-lain.
Bupati Hendy Siswanto menanggapi keluhan tersebut. “Saya akan berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Jember sebagai bagian dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten untuk membicarakan hal ini,” katanya, Senin (4/4/2022). [wir/ted]






