Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, mengajak seluruh masyarakat untuk turut memeriahkan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 Tahun 2026 serta memanfaatkan berbagai layanan yang telah disediakan pemerintah daerah. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka rangkaian peringatan melalui kegiatan senam massal di Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari.
Dalam kesempatan itu, Gus Barra (sapaan akrab, red) menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta memeriahkan dan memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 ini,” ungkapnya, Sabtu (11/4/2026).
Berbagai kegiatan telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, mulai dari pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelayanan pajak kendaraan bermotor, layanan informasi KPR, hingga pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Selain itu, juga digelar aksi sosial seperti santunan anak yatim, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan dan mata gratis.
Tak hanya itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan pasar murah yang difasilitasi BAZNAS untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok. Panitia bahkan membagikan 1.500 porsi makanan gratis sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci suksesnya peringatan Hari Jadi ke-733 yang mengusung tema “Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata”.
“Semangat gotong royong harus terus dijaga dalam mendukung pembangunan daerah. Kami ingin seluruh masyarakat merasakan manfaatnya, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Mojokerto yang lebih baik. Meski di tengah keterbatasan keuangan daerah, kami memastikan berbagai program tetap berjalan demi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah,” katanya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tatang Mahendrata, menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan di Mojosari juga memiliki nilai strategis. Wilayah tersebut direncanakan menjadi pusat pemerintahan baru di Desa Jotangan yang sarat filosofi kebersamaan. “Jotangan berarti bergandengan tangan, melambangkan kerukunan dan gotong royong dalam membangun daerah,” jelasnya.
Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 akan terus berlanjut dengan berbagai kegiatan, seperti sema’an Al-Qur’an, lomba hadrah, pameran pembangunan, hingga tasyakuran yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Mei 2026 di halaman Kantor Bupati Mojokerto. Pemerintah daerah berharap, melalui partisipasi aktif masyarakat, semangat guyub rukun semakin kuat dan mampu mendorong terwujudnya Mojokerto yang berdaya, sejahtera, dan pembangunan yang merata. [tin/kun]






