Jakarta (beritajatim.com) – Meski mengaku tak pernah melakukan kampanye dan pasang baliho di jalanan, Calon Legislatif Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Daerah Pemilihan Provinsi Jawa Barat, Alfiansyah Bustami Komeng atau yang akrab disapa Komeng, berhasil memperoleh dukungan hampir 800 ribu suara.
Tercatat dalam perhitungan sementara, sebanyak 700.966 suara mencoblos Komeng dalam Pemilihan Umum 2024, dan jumlah tersebut masih akan terus bertambah.
Data ini tercatat dalam situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Jumat pukul 10.19 WIB, dengan persentase penghitungan suara mencapai 39,49 persen, yang terkumpul melalui 55.471 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 140.457 TPS di Indonesia.
Hingga saat ini, Komeng memimpin dengan perolehan suara sebesar 10,04 persen, mengungguli 54 calon legislatif lainnya dari Provinsi Jawa Barat.
Suara terbanyak bagi Komeng berasal dari Bogor, mencapai 124.999 suara, diikuti oleh Sukabumi dengan 49.552 suara, dan Kota Bandung dengan 42.118 suara.
Dengan jumlah pemilih yang melebihi 700 ribu, anggota Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI) ini masih unggul jauh dari calon legislatif lainnya.
Peringkat kedua dalam perolehan suara saat ini diisi oleh seorang pengusaha asal Bandung, Aanya Rina Casmayanti, dengan 312.256 suara (kue 4,47 persen), disusul oleh mantan pemain sinetron Jihan Fahira dengan 279.955 suara (kue 4,01 persen).
Namun, perlu dicatat bahwa jumlah ini masih akan terus berubah seiring dengan perhitungan suara Pemilu 2024 yang masih berlanjut dan belum mencapai hasil final.
Sebelumnya, Komeng juga telah memberikan komentar mengenai foto profil surat suaranya yang viral di media sosial, serta visi misinya sebagai calon legislatif.
“Soal foto waktu itu, KPU minta foto buat kertas suara. KPU menyarankan untuk menggunakan pakaian ciri khas masing-masing atau pakaian adat, tapi saya memberikan foto yang itu, orang KPU-nya malah tertawa,” ungkapnya belum lama ini.
Tidak hanya terkenal dengan pose fotonya yang unik dan jenaka, masyarakat juga terkejut melihat penampilan Komeng di surat suara, karena dia tidak terlihat melakukan kampanye baik secara langsung maupun melalui baliho. [ian]






