Surabaya (beritajatim.com) – Bertahan lama dalam berhubungan seks memang kerap diinginkan oleh hampir semua pasangan. Namun meskipun begitu jika seseorang menanyakan perihal teknik atau cara yang mudah untuk memperpanjang durasi seks, tentu tidak ada jawaban yang universal.
Setiap orang pasti memiliki kondisi genital atau fisik yang berbeda-beda, sehingga harus lebih mengenali kondisi tubuh diri sendiri dan juga pasangan. Setidaknya dengan saling mendiskusikan cara apa yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kepuasan bersama.
Bahkan para ahli biasanya akan menyarankan para pasangan untuk lebih banyak mengeksplor posisi seks. Sehingga keduanya dapat saling mengamati dan mengetahui, bagaimana posisi yang memang dikehendaki. Seperti misalnya dalam posisi A, pasangan biasanya akan cepat ejakulasi.
Pengamatan-pengamatan sederhana seperti inilah kemudian yang bisa dipertimbangkan. Hal itu juga dapat dijadikan sebagai bahan diskusi, sebelum memulai hubungan intim. Mungkin bisa ditentukan dengan posisi seperti apa memulainya atau setidaknya yang tidak mempercepat proses rangsangan untuk ejakulasi.
Jika sudah mengetahui posisi seks yang sesuai, tentu rasa bahagia dan ingin terus melakukan akan muncul dengan sendirinya. Tak ayal durasi hubungan seks bisa menjadi lebih lama.
Mungkin banyak juga yang mempertanyakan perihal pengaruh obat kuat untuk hubungan seks tahan lama. Sebenarnya setiap obat-obatan seperti itu harus dilihat dulu kandungan dan komposisinya.
Terlebih seperti obat kuat yang dijual bebas di pasaran, yang tidak begitu jelas bahan-bahannya. Maka disarankan untuk tidak terlalu bergantung pada obat kuat.
Tak sedikit juga yang mungkin mempertanyakan mengenai jenis makanan yang bisa memperlama durasi seks. Padahal belum ada penelitian yang menjelaskan secara pasti perihal itu.
Namun, untuk tetap menjaga stamina disarankan agar rutin mengonsumsi makanan sehat, seperti 4 sehat 5 Sempurna. Kemudian disempurnakan dengan rutin berolahraga.
Banyak orang menjadi salah kaprah mengenai durasi seks. Padahal hal tersebut juga belum tentu menentukan kepuasan. Bahkan tak jarang orang justru tidak menikmati seks dengan waktu cukup lama.
Tak ayal jika berhubungan seks tidak perlu terlalu berfokus pada durasi, melainkan lebih kepada kualitasnya. (fyi/ian)






