Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa seseorang memilih resign. Jika dilihat, ia bekerja di perusahaan besar dan ternama, yang gajinya juga tidak kecil.
Padahal, keputusan tersebut tidak melulu soal nominal gaji yang ia dapat. Karena memang banyak sekali alasan atau faktor yang bisa membuat seseorang memilih resign dari tempatnya bekerja, di antaranya;
Atasan yang tidak menghargai
Salah satu hal yang membuat pegawai memilih resign dari tempatnya bekerja ialah sikap atasan yang tidak menghargai. Biasanya, tugas yang telah diselesaikan hingga omset yang telah naik, tak lantas membuat atasan puas, bahkan tak jarang justru memarahi karena merasa kurang.
Aturan kerja yang tidak jelas
Selain atasan, aturan kerja atau SOP yang tidak jelas juga kerap menjadi alasan pegawai memilih mengundurkan diri. Seperti misalnya jam kerja yang tidak pasti atau terlalu banyak jam tambahan, tapi tidak dihitung sebagai lembur.
Rekan kerja yang tidak supportif
Memiliki rekan kerja yang saling supportif tentu dambaan setiap pegawai. Namun, tentu saja hal itu tidak selalu sesuai dengan harapan. Terlebih rekan kerja yang berasal dari latarbelakang dan kepribadian yang berbeda-beda. Tak ayal jika kadang ada saja yang membuat kerja menjadi terasa tidak nyaman.
Karir tidak bisa berkembang
Perusahaan yang tidak mendukung untuk berkembangnya karir karyawannya memang membuat seseorang berpikir ulang. Seperti halnya bekerja sudah lebih dari lima tahun, tapi tak ada perkembangan status kontrak menjadi pegawai tetap.
Jobdesk yang berlebihan
Jobdesk dan tanggungjawab yang berlebihan merupakan kasus yang kerap jadi alasan karyawan memilih resign. Di mata atasan, hal ini menjadi hal yang cukup efektif mengurangi pengeluaran perusahaan. Padahal setiap orang memiliki batas kemampuannya masing-masing.
Risiko kerja yang tinggi
Pekerjaan yang memiliki risiko kerja yang tinggi nyatanya juga kerap membuat seseorang berpikir ulang. Dari gaji yang besar tentu biasanya ada beragam resiko yang juga besar. Mulai faktor kesehatan atau bahkan kemungkinan terlalu sering mengganti barang yang rusak atau hilang. (Fyi/ian)






