Sumenep (beritajatim.com) – Laga terakhir babak 28 besar Liga 3 Jawa Timur grup FF antara Perssu Madura City versus Probolinggo United atau Persipro 1954 di Stadion A. Yani Sumenep, Kamis (11/01/2024) berakhir dengan skor imbang 2-2.
Pelatih Kepala Perssu Madura City, Budiardjo Thalib mengatakan, banyak pemainnya yang tadi merasa ‘down’ dan ‘nervous’, mengingat Persipro telah menyapu bersih poin penuh di dua laga sebelumnya.
“Kondisi itu membuat pemain kami grogi. Mainnya compang-camping, terutama di awal babak pertama. Mereka gak fokus. Makanya kami kebobolan,” terangnya.
Apalagi, lanjutnya, di babak pertama, pemain yang diturunkan adalah pemain lapis kedua. Baru di babak kedua, skuad inti diterjunkan. Menurut Budiardjo, strategi itu harus diterapkan, untuk menghindari akumulasi kartu.
“Beberapa pemain inti kami sudah ada yang kena kartu kuning. Kalau ini dimainkan di babak awal, cukup berbahaya itu. Bisa-bisa kena akumulasi kartu nanti kalau terjadi pelanggaran lagi. Mangkanya kami turunkan pemain lapis kedua,” paparnya.
Namun ia bersyukur, pemain Perssu mampu bangkit di menit akhir babak pertama hingga mampu membuat dua gol balasan. Sedangkan di babak kedua, meski pemain Perssu meningkatkan tempo permainan, namun pertahanan Persipro sulit dibongkar.
“Kita semua bisa lihat tadi di sepanjang babak kedua. Jual beli serangan terus terjadi sepanjang babak. Tapi sayangnya tidak ada yang bisa dikonversi menjadi gol,” ujarnya.
Menurut Budi, lolosnya Perssu ke babak 16 besar berkat dukungan dan kerja keras semua pihak. Mulai pemain, managemen, dan stake holder. “Didukung oleh suporter Perssu yang luar biasa supportnya untuk kami. Terima kasih untuk semuanya. Semoga ini menjadi cambuk bagi kami untuk bisa bermain lebih baik lagi,” ucapnya.
Perssu Madura City tercatat sebagai ‘runner up’ grup FF Liga 3 Jawa Timur. Tim berjuluk ‘Laskar Kuda Terbang’ ini mengantongi 5 poin dari 3 pertandingan. Posisi pertama diduduki Persipro dengan 7 poin. (tem/ian)






