Madiun (beritajatim.com) – Warga RT 03 Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan kabupaten yang rusak parah pada Kamis (5/2/2026). Langkah ini merupakan luapan kekecewaan terbuka masyarakat atas lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani kerusakan infrastruktur yang telah terbengkalai lama.
Pohon pisang tersebut sengaja ditanam tepat pada titik lubang terdalam yang selama ini menyulitkan akses kendaraan bermotor bagi warga sekitar. Tindakan simbolis ini menjadi peringatan keras setelah bertahun-tahun rencana perbaikan jalan yang dijanjikan otoritas terkait tidak pernah membuahkan hasil nyata.
Salah satu warga setempat, Warsono, menyebutkan bahwa kondisi jalan yang hancur sudah sering dikeluhkan masyarakat namun selalu diabaikan pihak berwenang. Ia mengungkapkan bahwa kabar mengenai rencana perbaikan dari pihak desa sebelumnya hanya berakhir sebagai janji kosong tanpa realisasi di lapangan.
Warsono menegaskan bahwa masyarakat merasa ditinggalkan karena tidak adanya keterbukaan informasi mengenai kapan proyek perbaikan infrastruktur tersebut akan benar-benar dimulai. “Sudah lama rusak. Katanya dulu mau diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya. Warga juga tidak pernah mendapat penjelasan, jadi seolah-olah masalah ini dibiarkan,” ujarnya.
Persoalan ini memicu tanda tanya besar di tengah warga lantaran status jalan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Madiun, bukan wewenang tingkat desa. Kondisi tersebut menunjukkan adanya hambatan koordinasi yang serius antara Pemerintah Desa Sidomulyo dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun.
Minimnya informasi resmi mengenai rencana penanganan membuat warga memilih aksi penanaman pohon sebagai sindiran tajam agar pemerintah segera membuka mata terhadap realitas lapangan. Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera bertindak nyata karena kerusakan jalan ini telah menghambat mobilitas harian dan produktivitas ekonomi warga secara signifikan.
Warga menekankan bahwa tindakan ini bukan sekadar aksi iseng, melainkan desakan agar aspek keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama bagi pemangku kebijakan. Mereka berharap instansi terkait segera turun tangan sebelum kondisi jalan yang semakin parah memicu kecelakaan fatal dan memakan korban jiwa.
Merespons gejolak protes tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan tim teknis untuk memantau situasi. Ia memastikan personel dari Dinas PUPR akan segera melakukan pengecekan mendalam terhadap tingkat kerusakan jalan di wilayah Kecamatan Wonoasri tersebut.
Dinas PUPR berkomitmen untuk mengkaji hasil temuan lapangan guna menentukan skema penanganan yang tepat, baik berupa perbaikan darurat maupun pengerjaan permanen. “Sudah saya perintahkan tim teknis untuk mengecek ke lokasi,” tegas Boby. [rbr/beq]







