Blitar (beritajatim.com) – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Blitar tahun ini memantik optimisme baru di sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Nurhadi, mendorong agar tradisi Kirab dan Brokohan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan dieksplorasi secara masif hingga menjadi ikon budaya berskala nasional.
Gagasan tersebut disampaikan Nurhadi saat menghadiri langsung puncak kemeriahan acara yang dipusatkan di Pendopo Sasana Adhi Praja (SAP) Pemkab Blitar, Kanigoro, Senin malam (1/6/2026).
Menurut legislator senayan ini, Blitar memiliki modal kultural yang sangat kuat untuk melahirkan festival budaya yang ikonik.
Nurhadi menilai, antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang memadati sepanjang rute kirab adalah bukti nyata bahwa acara ini memiliki daya tarik wisata yang tinggi. Kehadiran massa ini secara otomatis menciptakan multiplier effect bagi perekonomian arus bawah.
“Kita lihat sendiri bagaimana ribuan masyarakat tumpah ruah. Ini bukan lagi sebatas seremonial peringatan historis, tetapi sudah menjadi mesin penggerak roda ekonomi rakyat. Pelaku UMKM sangat membutuhkan ruang publik seperti ini untuk memasarkan produk mereka,” ujar Nurhadi.
Penyelenggaraan tahun ini dinilai sukses karena mampu meleburkan berbagai sekat sosial. Acara tidak hanya milik birokrasi, melainkan ruang inklusif yang melibatkan seniman dan Budayawan lokal sebagai motor kreatif. Hingga pelajar dan generasi muda sebagai agen pelestari.
Melihat besarnya potensi kreatif peserta kirab, Nurhadi menantang Pemerintah Kabupaten Blitar untuk berani melangkah lebih jauh pada tahun-tahun mendatang. Ia mengomparasikan potensi Blitar dengan daerah lain di Jawa Timur yang telah sukses membranding daerahnya lewat festival budaya.
“Kalau Ponorogo punya Grebeg Suro, Jember punya Jember Fashion Carnaval (JFC), maka Kabupaten Blitar sangat layak mematenkan Kirab dan Brokohan Pancasila sebagai identitas daerahnya di kancah nasional,” tegasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Nurhadi secara khusus meminta Bupati Blitar agar memperluas skala event di masa depan.
“Saya mendorong Pak Bupati agar kegiatan seperti ini diperbesar lagi tahun depan. Jika manajemennya dipersiapkan lebih matang dan promonya dikonsep maksimal, saya yakin wisatawan dari Malang, Kediri, Tulungagung, bahkan luar provinsi akan berbondong-bondong datang ke Blitar. Uang yang berputar pun akan semakin besar,” tambahnya.
Di sisi lain, Nurhadi mengingatkan bahwa esensi dari seluruh kemeriahan ini adalah kontekstualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan modern. Menurutnya, Pancasila adalah jangkar perdamaian yang harus dihidupkan mulai dari unit sosial terkecil, yaitu keluarga.
“Dari sila pertama hingga kelima, semua panduan hidup yang harmonis dan penuh toleransi sudah ada di sana. Jika nilai-nilai ini diimplementasikan dengan baik sejak dari lingkungan keluarga, maka ketahanan sosial kita akan sangat kokoh menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. (owi/ted)






