Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jember, Jawa Timur, langsung menyosialisasikan duet kandidat presiden Anies Baswedan dan wakil presiden Muhaimin Iskandar ke kalangan kiai dan pondok pesantren.
“Jumat kemarin seluruh DPC PKB seluruh Jawa Timur dikumpulkan dan mendengarkan penjelasan mengenai dinamikanya seperti apa. Setelah itu kami pulang. Sabtu paginya, sebelum deklarasi, saya menggelar pleno DPC dan seluruh pengurus anak cabang,” kata Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi, Senin (4/9/2023).
Ayub menjelaskan dinamika politik pemilihan presiden. “Tugas pengurus anak cabang dan seluruh anggota fraksi agar segera turun menyosialisasikannya hingga level ranting, termasuk sowan kepada tokoh-tokoh dan para kiai, menceritakan informasi dan pleno Dewan Pimpinan Pusat PKB yang menerima ajakan kerja sama Nasdem, yang mendeklarasikan Calon Presiden Anies Baswedan dan Cawapres Gus Muhaimin,” katanya.
Pencalonan sebagai wakil presiden sudah sesuai dengan hasil muktanar di Bali yang menginginkan Muhaimin maju sebagai capres atau cawapres. “Sekarang teman-teman sedang mengonsolidasikan dan menyosialisasikan,” kata Ayub.
Ayub sudah berkomunikasi dengan Pengurus Cabang NU Jember dan Kencong. “Teman-teman bergerak di level kecamatan masing-masing, sowan ke jajaran MWC (Majelis Wakil Cabang) NU, kiai-kiai kampung, guru-guru ngaji, menyampaikan informasi biar tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.
Bagaimana kerja sama dengan partai-partai sekoalisi seperti Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera? “Kami belum ada instruksi dari atas bagaimana kelanjutannya. Yang jelas keinginan kami bagaimana menang besar di Jember pada saat Pilpres 2014 dan 2019. Selama ini PKB dan Nasdem bekerja sama terus mulai Pilpres 2014 dan 2019. Chemistry-nya ada,” kata Ayub.
Bagaimana dengan PKS yang selama ini terkesan berbeda pandangan dengan PKB? “Semua partai sama. Yang jelas ideologi semua partai Pancasila. Buat apa dibahas lagi? Buat apa diperdebatkan,” kata Ayub tersenyum. [wir]






