Surabaya (beritajatim.com)- Selama ini, kaktus sering dianggap hanya sebagai tanaman hias berduri yang digunakan untuk mempercantik ruangan atau taman.
Padahal, di balik tampilannya yang sederhana dan berduri, kaktus menyimpan banyak manfaat yang jarang diketahui.
Tanaman yang dikenal kuat ini ternyata bisa dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari makanan hingga industri.
Salah satu hal yang cukup mengejutkan adalah kaktus bisa dikonsumsi.
Di beberapa negara, bagian batang mudanya yang disebut nopales sering diolah menjadi berbagai hidangan, seperti tumisan, salad, atau isian taco. Buah kaktus, seperti pir berduri, juga memiliki rasa manis dan segar yang mirip perpaduan melon dan semangka.
Selain enak, kaktus juga bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan serat dan lendir alaminya dapat membantu mengontrol kadar gula darah serta menurunkan kolesterol.
Karena itu, kaktus berpotensi menjadi pilihan makanan yang baik, terutama bagi penderita diabetes tipe 2.
Tanaman kaktus cocok diletakkan di kamar tidur. Berbeda dengan kebanyakan tanaman yang melepaskan karbon dioksida pada malam hari, kaktus justru menyerapnya. Selain itu, kaktus juga dapat membantu menyaring udara dari zat berbahaya seperti formaldehida, sehingga udara di dalam ruangan menjadi lebih bersih.
Dilansir dari Desert Botanical Garden, kaktus bahkan mulai digunakan dalam industri fashion sebagai bahan ramah lingkungan.
Kini, kaktus dapat diolah menjadi kulit vegan sebagai pengganti kulit hewan. Bahan ini mulai digunakan untuk membuat tas, sepatu, hingga interior mobil karena prosesnya lebih hemat air dan lebih berkelanjutan.
Dalam dunia kecantikan, kaktus juga semakin populer. Minyak dari biji kaktus dikenal kaya akan vitamin E dan antioksidan. Kandungan ini bermanfaat untuk melembapkan kulit, mencerahkan wajah, dan membantu mengurangi garis halus tanpa membuat kulit terasa lengket.
Dari sisi lingkungan, kaktus juga memiliki peran penting. Tanaman ini mampu menyimpan air dengan baik dan bertahan di kondisi kering tanpa membutuhkan banyak perawatan atau bahan kimia. Selain itu, kaktus membantu menyerap karbon di udara dan akarnya dapat menjaga tanah agar tidak mudah erosi.
Tak hanya itu, berdasarkan penjelasan dari Busitema University Pursuing Excellence, lendir alami kaktus juga bisa dimanfaatkan sebagai penjernih air. Lendir ini mampu mengikat kotoran dan bakteri dalam air, sehingga air menjadi lebih bersih. Cara ini bisa menjadi solusi sederhana bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Oleh karena itu, kaktus tidak hanya dipandang sebagai tanaman hias semata, tetapi juga sebagai tanaman serbaguna yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. [Wakhdah Alisa Berliana]






