Blitar (beritajatim.com) – Pada 2023 ini, Pemerintah Kota Blitar sepakat merevitalisasi Pasar Templek yang notabene merupakan pasar drive thru. Sejak puluhan tahun lamanya, Pasar Templek memang sudah dikenal dengan sistem jual belinya yang tak perlu turun dari kendaraan.
Kemudahan akses itulah yang membuat warga menjadikan Pasar Templek sebagai tempat utama berbelanja, utamanya pasca kebakaran hebat yang melanda Pasar Legi Kota Blitar pada tahun 2016 lalu. Sejak saat itu, sejumlah pedagang memilih pindah ke Pasar Templek.
Seiring bertambahnya waktu, jumlah pedagang yang berjualan di pasar drive thru tersebut terus bertambah hingga 600 pedagang lebih. Ratusan pedagang itu pun setiap hari menggantungkan hidup dari berjualan sayur di pinggiran jalan Kacapiring yang merupakan lokasi dari Pasar Templek.
Namun keberadaan ratusan pedagang ditambah para konsumen, dipandang Pemerintah Kota Blitar menimbulkan kemacetan. Selain itu lokasi sekitar jalan Kacapiring juga menjadi kumuh karena banyaknya lapak yang menempati bahu jalan.
Maka dari itu, pada 2023 ini Pemkot Blitar memutuskan untuk merevitalisasi Pasar Templek. Namun konsep yang diusung Pemkot Blitar justru menghilangkan ciri khas dari Pasar Templek yakni drive thru.
“Ya sebetulnya enak di luar mas, karena pembeli tahunya kan di luar terus lebih lega aja kalau berjualan dengan begini, tapi kami ini hanya pedagang jadi ngikut,” kata Ika pedagang telur di Pasar Templek Kota Blitar, (20/12/23).
Para pedagang khawatir jika tidak ada lagi sistem drive thru maka omzet dagangan mereka akan anjlok. Meski begitu, para pedagang tetap mentaati aturan dari Pemkot Blitar untuk menempati bangunan yang baru di dalam gedung pasar.
“Kalau dibilang khawatir ya jelas khawatir mas, kan pindah tempat kalau langganan pasti cari kalau yang bukan langganan kan ya lari ke yang lain,” imbuhnya.
Untuk sekedar diketahui bangunan baru Pasar Templek bakal selesai dibangun pada tanggal 27 Desember 2023 mendatang. Usai itu, para pedagang yang sebelumnya berjualan di bahu jalan Kacapiring akan diwajibkan pindah menempati lapak-lapak yang telah disediakan.
“Kami akan bicara duru dengan semua pedagang agar jalan itu dibersihkan tidak ada lagi lapak yang disana sementara pemilik toko yang di selatan itu juga tidak boleh melewati bahu jalan,” ucap Hakim Sisworo, Kepala Disperindag Kota Blitar.
Pembangunan Pasar Templek yang baru ini pun menghabiskan anggaran 5 Miliar lebih. Pemerintah Kota Blitar berharap bangunan yang baru ini bisa memberikan kenyamanan kepada pedagang sekaligus mengurangi kemacetan yang sehari-hari terjadi di Pasar Templek.
“Nanti jalan itu akan kami usulkan untuk diaspal sekalian jadi bersih, dan di bangunan yang baru itu ada parkirnya jadi pembeli parkir kemudian pergi,” tutup Hakim. [owi/beq]






