Pasuruan (beritajatim.com) – Pemkab Pasuruan memiliki setidaknya empat unit videotron yang terpasang di tepi jalan utama. Keempat videotron tersebut berada di Kecamatan Gempol, Kecamatan Bangil, Kecamatan Purwodadi, dan Kecamatan Pandaan.
Namun dari keempat vidiotron yang terpasang tersebut hanya ada satu videotron yang aktif, sedangkan sisanya mati. Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris mengatakan bahwa matinya video masih ada perbaikan. “Saat ini masih belum ada perbaikan lagi, karena anggarannya masih belum ada. Nanti akan kami lakukan evaluasi lebih lanjut terhadap matinya videotron ini,” kata Harris.
Matinya beberapa vidioteon yang ada di Kabupaten Pasuruan juga menjadi perhatian khusus oleh anggota komisi II, Samsul Hidayat. Samsul mengatakan bahwa matinya videotron ini bisa merugikan masyarakat, dikarenakan pembangunannya menggunakan uang negara.
Samsul juga menjelaskan bahwa penggunaan videotron ini bisa meningkatkan potensi daerah. Seperti halnya mempromosikan produk UMKM yang ada di Kabupaten Pasuruan.
Tak hanya pengenalan potensi yang ada di Kabupaten Pasuruan, dengan adanya videotron ini masyarakat bisa mengetahui informasi yang ada di Kabupaten Pasuruan. Sehingga Samsul berharap agar Pemkab Pasuruan bisa melakukan pembenahan kepada videotron yang ada di empat titik.
“Banyak potensi UMKM yang dimiliki Kabupaten Pasuruan, terutama potensi pertanian unggulan. Dengan adanya videotron seharusnya masyarakat bisa mengenal potensi unggulan dari videotron, tapi ternyata itu tidak ada, jelas Samsul. (ada/kun)
BACA JUGA:
Ganti Direktur, PDAM Kota Pasuruan Rugi Hingga Rp1,06 M






