Ponorogo (beritajatim.com) – Sedikitnya ada 513 jemaah calon haji asal Kabupaten Ponorogo tahun 2024 ini, direncanakan berangkat ke Tanah Suci. Namun, untuk diberangkatkan pada musim haji 2024, ratusan orang ini terlebih dahulu melakukan medical cek up di puskesmas sesuai alamat domisili atau rumah sakit yang ditunjuk.
“Proses medical cek up ini, sudah dimulai sejak bulan Desember 2023 lalu hingga bulan Januari 2024 ini,” kata Kasi Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, Marjuni, Selasa (16/1/2024).
Marjuni mengungkapkan bahwa tahapan haji tahun 2024 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk saat ini, jemaah calon haji harus melakukan cek kesehatan dulu, kemudian baru melakukan pelunasan.
Dia menyebutkan bahwa 513 orang itu, nanti berhak melunasi pembayaran haji manakala memenuhi Istitha’ah (standar kemampuan). “Jadi jemaah calon haji baru bisa melunasi, ketika dianggap Istitha’ah,” katanya.
Jika dianggap tidak Istitha’ah, jemaah calon haji tersebut harus menerima tidak berangkat tahun ini. Pelunasan dilakukan mulai tanggal 10 Januari sampai 12 Februari 2024. “Untuk pelunasan bisa dilakukan mulai 10 Januari hingga 12 Februari 2024,” katanya.
Marjuni menambahkan berdasarkan pada Keppres Nomor 6 tahun 2024, biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) jemaah haji 2024, dibagi sesuai daerah keberangkatannya. Untuk embarkasi Juanda Surabaya, bipihnya sebanyak Rp60.526.334.
Dikurangi setoran awal yakni Rp25 juta, sehingga penambahannya sekitar Rp35 juta. “Untuk jemaah calon haji pemberangkatan embarkasi Juanda Surabaya, bipihnya Rp60. 526.334. Jika setoran awal Rp25 juta, maka pelunasannya sekitar Rp35 juta,” pungkasnya. [end/suf]






