Sampang (beritajatim.com) – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Sampang menyedot anggaran daerah dalam jumlah yang sangat besar. Dinas Perhubungan (Dishub) mencatat, rata-rata tagihan listrik untuk operasional PJU mencapai Rp 485 juta setiap bulan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis anggaran penerangan jika tidak segera diantisipasi.
Jumlah titik PJU yang mencapai sekitar 8.600 unit menjadi salah satu penyebab utama membengkaknya beban tagihan. Lampu-lampu tersebut tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sampang.
“PJU ini menyala setiap hari dan tidak ada yang memadamkan itu sebabnya tagihan listriknya besar,” ujar Hery Budiyanto, Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishub Sampang, Rabu (6/8/2025).
Untuk saat ini Dishub tengah melakukan investigasi penyebab lonjakan tagihan. Salah satu temuan awal adalah adanya sambungan liar yang diduga memanfaatkan jaringan PJU secara ilegal.
Hery menegaskan pihaknya sedang menindaklanjuti sejumlah titik yang dicurigai menjadi sumber kebocoran listrik.
“Kami mencurigai ada penyalahgunaan jaringan PJU oleh sebab itu akan kita akan turun langsung ke lapangan,” imbuhnya.
Heri juga menjelaskan, dari total anggaran Rp 5,6 miliar yang dialokasikan untuk PJU tahun ini, tersisa sekitar Rp 2,5 miliar. Jika tidak ada tambahan dana melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), layanan penerangan jalan dikhawatirkan akan terganggu bahkan terhenti di akhir tahun.
“Kalau tidak ada tambahan dana, maka bisa saja ada pemadaman sebagian PJU namun ini masih kita kaji,” tandasnya. [sar/but]






