Peristiwa ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, menjadi perhatian serius bagi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim).
KUMPULAN BERITA Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Memasuki hari keenam evakuasi korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, perhatian publik tertuju pada kisah haru para santri.
Korban meninggal akibat runtuhnya musalla Ponpes Al Khoziny Sidoarjo bertambah jadi 14 orang. Tim DVI Polri masih berupaya identifikasi jenazah.
Korban runtuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo bertambah jadi 10 orang. Tim SAR masih mencari 53 korban hilang di bawah puing bangunan tiga lantai.
Kapolda Jatim libatkan ahli ITS dalam evakuasi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo. Masih ada 58 korban belum ditemukan di reruntuhan bangunan.
Biddokkes Polda Jatim kumpulkan sampel DNA keluarga korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo untuk identifikasi. 208 personel disiagakan bantu evakuasi.
RS Bhayangkara Surabaya terima dua jenazah korban Ponpes Al-Khoziny. Polda Jatim fokus identifikasi dengan 150 tenaga medis dan fasilitas freezer.
PP Pagar Nusa menginstruksikan sholat gaib dan tahlil untuk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo sebagai wujud kepedulian atas musibah.
DPD Partai Demokrat (PD) Jawa Timur menunjukkan kepeduliannya terhadap para santri korban runtuhnya musholla Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bergerak cepat memberikan bantuan psikologis dan trauma healing kepada para korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny









