Politisi PDI Perjuangan ‘Pakde’ Agus Sofyan menolak anggapan bahwa petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur bodoh dan miskin. Ia berjanji membenahi sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan perkebunan di Jember, jika diusung menjadi calon wakil bupati dan terpilih dalam pemilihan kepala daerah tahun ini.
KUMPULAN BERITA Pilkada Jember 2024
Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengaku tidak pernah dikabari sebelumnya soal pendaftaran keponakannya Muhammad Jaddin Wajad menjadi bakal calon bupati dari jalur perseorangan atau independen ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Agus Sofyan, Bendahara Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, memperoleh replika banteng saat mengembalikan berkas pencalonan wakil bupati, Senin (13/5/2024).
Muhammad Jaddin Wajad, keponakan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, mengaku mendapat tawaran bantuan modal Rp 100 miliar dari seorang pengusaha besar untuk mencalonkan diri menjadi bupati di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Muhammad Jaddin Wajad, keponakan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, mendaftarkan diri menjadi calon bupati Kabupaten Jember, Jawa Timur, melalui nonpartai atau independen.
Lima partai politik yang membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati dengan cara yang masing-masing berbeda adalah PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Golongan Karya, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Nasional Demokrat.
Muhammad Fawait, kandidat bupati dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), menyatakan Kabupaten Jember, Jawa Timur, membutuhkan bupati yang jago berdiplomasi, agar pembangunan tak hanya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Muhammad Fawait, kandidat bupati dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), yakin bakal mengantongi rekomendasi dari PDI Perjuangan dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Garda Pemuda Nasional Demokrat (Nasdem) tidak ingin Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipimpin bupati yang mengandalkan fanatisme pemilih. Pemilih fanatik membahayakan kehidupan demokrasi.
Garda Pemuda Nasdem ingin masyarakat Jember memilih kandidat bupati dan wakil bupati dengan pertimbangan rasional. “Kami tak ingin pemilih Jember menjadi pemilih yang fanatis, tapi pemilih yang dinamis,” kata Sutrisno, Pembina Garda Pemuda Nasdem Kabupaten Jember, Jumat (10/5/2024).









