Sudah satu bulan TikTok Shop ditutup menyusul kebijakan pemerintah yang melarang media sosial (medsos) memiliki fungsi ganda sebagai e-commerce. Meski produksi dalam skala besar, kebijakan tersebut cukup dirasa para pengrajin sandal di Kota Mojokerto.
TERKINI
- Hari Anak Nasional 2026, KAI Daop 7 Madiun Beri Diskon Tiket 20% untuk Anak Difabel di Blitar dan Sekitarnya
- Kementerian Ekraf Perkuat Ruang Kreatif Ramah Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026
- Kota Mojokerto Masuk 3 Besar Nasional Uji Coba Digitalisasi Bansos Perlinsos
- Dinsos Jatim Salurkan 66 Alat Bantu Disabilitas di Blitar, Perkuat Aksesibilitas dan Kemandirian
- Ganti Rugi Rp1 Juta Tak Hapus Pidana, Terdakwa Pencurian Uang Rp5.000 di Surabaya Tetap Dituntut 4 Bulan Penjara
- Wisatawan Asal Makassar Jadi Korban Tewas Kecelakaan Hiace di Tol Pandaan-Malang
- 31 Tim Basket SMP dan SMA Berebut Piala Bupati Lamongan, Perbasi Bidik Atlet Muda Berprestasi
- Terdesak Bayar SPP Anak, Penjual Bakso di Surabaya Nekat Curi Ponsel Rp4,2 Juta
![Nasib Para Pengrajin Sandal di Kota Mojokerto Pasca TikTok Shop Ditutup Moch Yani sedang bekerja sebagai pengrajin sandal di tempat produksi sandal miliknya. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/11/VideoCapture_20231104-103701_3S9bfWs04X-1024x576.jpeg)