Sudah satu bulan TikTok Shop ditutup menyusul kebijakan pemerintah yang melarang media sosial (medsos) memiliki fungsi ganda sebagai e-commerce. Meski produksi dalam skala besar, kebijakan tersebut cukup dirasa para pengrajin sandal di Kota Mojokerto.
TERKINI
- Copet Asal Jombang Diringkus di Aksi Bagi 1 Juta Telur Blitar
- Pendaki Semeru yang Terjatuh ke Jurang 800 Meter di Jalur Ilegal Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan
- Selain Keberatan, Manajemen Arema FC Berupaya Kembali Pakai Logo Singa Bertindik
- Pengamen Badut Usai Dikeplak Oknum Polisi Dapat Ganti Rugi Rp150 Ribu
- Oknum Polisi Tuban Pukul Badut Dipicu Bau Miras Setelah Buka Topeng
- Persepam Pamekasan Berambisi Sapu Bersih Poin di Grup 0 Liga 4
- 4.216 Orang Lulus Seleksi Nasional 2026 Masuk Universitas Jember
- Tujuh Mahasiswa Sistem Informasi Unusa Lulus Program INTENSE Taiwan
![Nasib Para Pengrajin Sandal di Kota Mojokerto Pasca TikTok Shop Ditutup Moch Yani sedang bekerja sebagai pengrajin sandal di tempat produksi sandal miliknya. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/11/VideoCapture_20231104-103701_3S9bfWs04X-1024x576.jpeg)