Sudah satu bulan TikTok Shop ditutup menyusul kebijakan pemerintah yang melarang media sosial (medsos) memiliki fungsi ganda sebagai e-commerce. Meski produksi dalam skala besar, kebijakan tersebut cukup dirasa para pengrajin sandal di Kota Mojokerto.
TERKINI
- BP Taskin Ingatkan Penanganan Kemiskinan di Jember Butuh Kerja Keras
- Arab Saudi Sudah Ketok Palu! Menhaj Minta Birokrasi Daerah Rombak Ritme Kerja
- Sentil Laporan Manis Tapi Bermasalah, Menhaj Minta Evaluasi Haji Bongkar Bobrok Sistem
- BP Taskin: Homecare di Jember Simbol Kehadiran Negara
- Sambut Hari Bakti ke-79 TNI AU, Lanud Abdurrahman Saleh Ringankan Beban Warga Pinggiran Banyuwangi
- Penyebab Gerobak Mangkrak Terbongkar! Pemkot Surabaya Kini Pakai Tes Psikologi Bongkar Mental Miskin
- Gebrakan Pertamina di Malang City Expo 2026, Boyong Produk Kuliner Lokal Tembus Kelas Dunia
- Sentil Mitos Juara Pramusim Gagal di Liga, Bernardo Tavares Tegaskan Persebaya Tak Akan Alergi Menang
![Nasib Para Pengrajin Sandal di Kota Mojokerto Pasca TikTok Shop Ditutup Moch Yani sedang bekerja sebagai pengrajin sandal di tempat produksi sandal miliknya. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/11/VideoCapture_20231104-103701_3S9bfWs04X-1024x576.jpeg)