Lamongan (beritajatim.com) – Kecelakaan laut kembali dialami nelayan Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, setelah kapal mereka menabrak kapal tongkang pada Senin (16/9/2025) dini hari.
Peristiwa itu menimpa KMN Semi Jaya yang berangkat melaut pukul 02.30 WIB dengan tujuan perairan Gresik untuk menangkap ikan. Kapal yang dinahkodai Hidayat (48) tersebut nahas menabrak bagian belakang kapal tongkang di sekitar 8 mil sisi utara Desa Paciran.
Akibat benturan, KMN Semi Jaya tenggelam dan 12 anak buah kapal (ABK) berhamburan menyelamatkan diri. Beruntung, seluruh ABK mengenakan pelampung keselamatan sehingga bisa bertahan di laut.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 05.00 WIB, dua perahu nelayan Desa Paciran yang dinahkodai Asyari (45) dan Hanif (37) melintas tidak jauh dari lokasi saat hendak menangkap rajungan. Mengetahui ada korban, keduanya membatalkan aktivitas melaut dan mengevakuasi nahkoda serta 12 ABK KMN Semi Jaya ke TPI lama Desa Blimbing dalam keadaan selamat.
Ke-12 ABK yang berhasil diselamatkan adalah Rojit (65), M Robin (60), Aripin (45), Warkim (60), Sulazim (50), Zoni (49), Siswoyo (53), Putro (40), Subanjar (59), Jumanap (46), Suripto (46), dan Anam (48).
Kasatpol Airud Polres Lamongan, AKP I Nyoman Ardita, membenarkan kejadian tersebut dan mengingatkan pentingnya keselamatan nelayan. “Semua nelayan wajib pakai pelampung agar saat terjadi kecelakaan laut tidak terjadi hal-hal yang fatal. Kepada stakeholder, mari kampanyekan terus menerus agar nelayan memakai pelampung ketika melaut, agar selamat,” ujarnya.
Kasatpol Airud juga menemui para korban di Kantor Rukun Nelayan Desa Blimbing bersama Koordinator Unit Siaga SAR Bojonegoro Nanang Pujo, perwakilan PPN Brondong Agung, Ketua Rukun Nelayan Blimbing Nur Wahid, serta Ketua Rukun Nelayan Paciran yang juga Ketua Forkom Nelayan Rajungan Lamongan, Muchlisin Amar.
Di tempat yang sama, Koordinator Unit Siaga Basarnas Bojonegoro, Nanang Pujo, berharap adanya kantor unit SAR di Pantura Lamongan. “Agar penanganan lebih efektif dan efisien, tidak harus dari Bojonegoro,” ucapnya, merujuk pada seringnya laka laut di Lamongan dengan jumlah kapal mencapai 4.600 unit berbagai ukuran GT dan jenis alat tangkap. [fak/beq]






