Ponorogo (beritajatim.com) – Saat Bulog pusat berencana akan melakukan impor beras, ironisnya bulog di beberapa daerah malah justru surplus. Salah satunya Bulog cabang Ponorogo. Stok beras di gudang-gudang bulog cabang Ponorogo aman. Malah stok yang berada di gudang malahndapat memenuhi kebutuhan selama 4 bulan ke depan.
“Stok kami kategori aman jelang akhir tahun ini,” kata Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Ponorogo, Aan Sugiarto, Kamis (1/12/2022).
Aan menerangkan bahwa Bulog cabang Ponorogo wilayah kerjanya meliputi 3 daerah. Yakni Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Pacitan. Tercatat ada 5 gudang di 3 daerah tersebut. Saat ini, stok beras di gudang, semuanya ada 11.100 ton. Dari data jumlah stok itu, diperkirakan jumlah tersebut bisa memenuhi kebutuhan untuk 4 bulan ke depan.
“Kebutuhan per bulan tergantung permintaan konsumen. Data 2 bulan terakhir kebutuhannya 2.500 ton per bulan,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bulog-ponorogo”]
Peruntukan stok beras di bulog ini, kata Aan untuk menstabilkan harga. Selain itu juga untuk golongan anggaran dan bencana alam. Untuk menstabilkan harga di pasaran, harga dari gudang seharga Rp 8.300 per kilogram.
“Harapannya dengan stabilisasi harga. Harga ditingkat konsumen tidak melebihi HET beras jenis medium yakni di harga Rp 9.450,” katanya.
Aan menambahkan bahwa Bulog cabang Ponorogo sering surplus stok beras. Bahkan Bulog cabang Ponorogo pernah mengirimkan beras untuk kantor wilayah lain yang membutuhkan. Terakhir, mengirim ke Nusa Tenggara Timur sebanyak 300 ton. Sebelumnya, Bulog cabang Ponorogo pernah mengirimkan ke Surabaya 2.000 ton, Kediri 300 ton, Bondowy 1.000 ton.
“Kami rencananya akan kirim ke Maluku sebanyak 600 ton, tetapi ini masih menunggu jadwal,” pungkasnya. (end/ted)






