Ringkasan Berita:
- Suraji, warga Desa Lumbang, Kabupaten Probolinggo, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo Surabaya, Jumat (23/10/2026).
- Korban mengalami luka bakar hampir 45 persen akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo.
- Suraji sebelumnya direncanakan menjalani operasi cangkok kulit, tetapi meninggal sebelum tindakan tersebut terlaksana.
- Kematian Suraji menambah jumlah korban jiwa dalam tragedi karhutla Bromo menjadi enam orang.
Probolinggo (beritajatim.com) – Tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo kembali menyisakan duka. Suraji, warga Desa Lumbang, Kabupaten Probolinggo, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo Surabaya, Jumat (23/10/2026). Korban yang mengalami luka bakar hampir 45 persen tersebut menjadi korban jiwa keenam dalam insiden kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Suraji sebelumnya direncanakan menjalani operasi cangkok kulit untuk menangani luka bakar serius yang dideritanya. Namun, rencana tindakan medis tersebut belum sempat terlaksana hingga korban mengembuskan napas terakhir.
Kabar meninggalnya Suraji disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia Bapak Suraji, warga Desa Lumbang, salah satu korban kebakaran Bromo di RS dr Soetomo pada Jumat, 23 Oktober 2026,” demikian informasi yang disampaikan Oemar.
Kepergian Suraji menambah jumlah korban meninggal dalam tragedi karhutla Gunung Bromo menjadi enam orang. Seluruh korban sebelumnya terlibat dalam upaya pemadaman api di kawasan tersebut.
Dari enam korban, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat terbakar saat kejadian. Sementara tiga korban lainnya sempat bertahan dan menjalani perawatan medis karena mengalami luka bakar serius.
Namun, upaya penyelamatan terhadap para korban tidak berakhir sesuai harapan. Satu per satu korban yang dirawat intensif akhirnya meninggal dunia, termasuk Suraji yang mengalami luka bakar hampir 45 persen.
Meninggalnya keenam korban menjadi pukulan berat bagi keluarga dan masyarakat yang terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di kawasan TNBTS. Tragedi tersebut menyisakan kehilangan besar bagi keluarga yang ditinggalkan. lrap/beq]






