Bojonegoro (beritajatim.com) – Elemen suporter Persibo Bojonegoro menanyakan keabsahan legalitas badan hukum PT Semangat Bojonegoro Jaya yang mengelola klub kebanggaan warga Bojonegoro.
“Sampai saat inipun tidak ada kejelasan dan informasi mengenai PT yang menaungi Persibo Bojonegoro itu,” ujar Koordinator Suporter Bojonegoro Bersatu Arif Setiawan, Kamis (05/10/2023).
Hingga tujuh tahun berjalan, elemen suporter mengaku tidak tahu apakah PT yang menaungi klub berjuluk Laskar Angling Dharma itu masih aktif atau tidak dengan membayar pajak tahunan.
“Apalagi untuk mendaftar di liga 3 PSSI Jatim yang masih amatir dan mendaftar ke Asprov ini tidak perlu menggunakan badan Hukum berbentuk PT,” jelasnya.
Untuk itu, pihak suporter meminta agar manajemen saat ini segera membubarkan PT Semangat Bojonegoro Jaya ke notaris. Dan mengembalikan pengelolaan Persibo Bojonegoro ke Pemkab Bojonegoro untuk bisa berlaga di Liga 3 PSSI Jatim yang akan bergulir November 2023 mendatang.
“Ekspektasi publik semakin tidak jelas terhadap managemen Persibo Bojonegoro karena sudah dipastikan tidak ada persiapan untuk mengikuti kompetisi yang akan digulirkan PSSI tersebut,” jelasnya.
Baca Juga:
Suporter Persibo Bojonegoro Nilai Manajemen Tidak Serius Siapkan Tim di Liga 3 PSSI Jatim
Dengan kondisi seperti itu, hampir dipastikan Persibo Bojonegoro tidak akan mengikuti kompetisi Liga 3 PSSI Jatim dengan target lolos liga 2. “Jangankan membentuk pemain, pelatih pun masih tidak ada,” tegasnya.
Melihat keadaan yang begitu memprihatinkan selama tujuh tahun dibawah manejemen Abdulloh Umar sudah waktunya Persibo Bojonegoro dikembalikan ke Pemkab Bojonegoro karena tidak mampu mengemban amanah yang diberikan Pemkab dan Suporter mulai tahun 2016.
“Iya Persibo sudah waktunya dikembalikan ke Pemkab Bojonegoro, dan segera membentuk pengurus baru lagi untuk masa depan sepakbola Bojonegoro yang lebih bagus,” pungkasnya. [lus/ted]






