Ngawi (beritajatim.com) – Supeltas di Ngawi meninggal usai tertabrak truk pengangkut tebu di Jalan Raya Ngawi-Maospati tepatnya di Pertigaan Depan Gudang Bulog masuk Desa Tempuran Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi, Kamis (01/06/2023) pukul 16.00 WIB. Sang istri yang mengetahui suaminya meninggal menangis histeris di lokasi kejadian.
Pria itu adalah Agus Sunarto (48) warga desa setempat. Dia biasa menjadi Sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) di pertigaan tersebut. Agus meninggal saat hendak menyeberangkan sebuah mobil arah timur atau dari arah Kecamatan Kwadungan. Namun, saat bersamaan ada truk sarat muatan tebu nopol AE 8782 GB berkelir merah yang dikendarai Sugeng (47) warga Desa Sumberjo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro yang melaju dari arah Ngawi.
Jarak yang terlalu dekat, Agus pun tertabrak. Dia mengalami luka parah di kepala hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. “Mas Agus ini menyeberangkan pikap dari arah timur. Terus dari arah utara itu ada truk tebu. Pikapnya kan sudah ditengah jalan, truknya mau menghindari pikap hingga buang ke kiri. Kemudian, tertabrak ini si Agus. Meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Agung, warga setempat, Kamis (01/06/2023)
Agung mengatakan jika di lokasi kejadian tidak bekas pengereman truk. Pun, akibatnya korban terseret sejauh 15 meter dan meninggal dunia di lokasi kejadian. “Setelah tertabrak itu korban terseret sejauh 15 meter. Tidak ada bekas rem ini tadi,” kata Agung.
Kejadian itu pun langsung menyita perhatian warga, mereka berkerumun di lokasi kejadian. Pihak kepolisian pun datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, pengemudi truk yakni Sugeng sudah diamankan oleh pihak Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RSUD dr Soeroto Ngawi. Kendaraan truk tebu sudah diamankan ke Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi. [fiq/kun]
BACA JUGA:






