Sidoarjo (beritajatim.com) – Berubahnya air sumur Balai RW Perumahan Citra Taman Apsari Boro Tanggulangin menjadi suhu panasnya sampai terdeteksi 60° masih menjadi teka-teki soal kandungan dan lainnya.
Tim UPT Laboratorium DLHK Kabupaten Sidoarjo Masitah usai pengambilan sample air menjelaskan air sumur dengan suhu 40 derajat celcius adalah hal yang tidak wajar. Akan tetapi saat dicek suhu udaranya terbilang cukup panas.
“Kalau melihat suhu udaranya tadi sedikit lebih tinggi, kalau normalnya itu plus minus tiga dari suhu udara,” ucapnya Kamis (8/8/2024).
“Untuk pH masih memenuhi bakumutu permenkes tahun 2023 yaitu berada di angka 6,93/6,94, kalau suhu kami dapati 40 derajat celcius, untuk yang DHL nya mencapai 1466/1469,” sambungnya.
Di kesempatan sama, Retno Bidang PPKM DLHK Kabupaten Sidoarjo menambahkan hal ini hasil kualitasnya menunggu 14 hari kerja. Dalam kualitas tetap dilakukan lab, namun lab di DLHK Kabupaten Sidoarjo belum bisa menguji seluruh parameter sesuai Permenkes.
“Kami melakukan uji di luar tapi sudah teregistrasi, menyinggung soal bahaya dan tidaknya belum dapat dipastikan. Pihaknya hanya mengujinya saja, untuk mengetahui hasilnya baku mutunya,” terangnya.
Sementara Kepala Desa Boro M. Soichunnurdin mengakui adanya fenomena sumur air panas ini, pihak Pemerintah Desa Boro akan berencana membangun tempat wisata pemandian.
“Di sisi barat ada tanah kas desa (TKD) dan nanti akan dibangun tempat pemandian air panas. Tentu harapannya langkah ini bisa dapat menambah pendapatan, serta menumbuhkan perekonomian warga. Dan seluruhnya akan dikembalikan dan dikelola warga,” terangnya berharap. (isa/ian)






