Sumenep (beritajatim.com) – Sumenep kembali diguncang gempa pada Senin (13/10/2025). Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,0 dan tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa berada pada koordinat 7,28 Lintang Selatan dan 114,14 Bujur Timur atau sekitar 47 kilometer tenggara Sumenep dengan kedalaman 14 kilometer.
Gempa yang dirasakan di berbagai daerah di wilayah Kabupaten Sumenep tersebut tak urung membuat warga Pulau Sepudi panik. Guncangan gempa bumi berskala magnitudo 6,5 terjadi di pulau itu pada Selasa (30/09/2025) lalu masih menyisakan trauma tersendiri.
Beruntung gempa pada Senin ini tidak menimbulkan kerusakan bangunan. Namun beberapa rumah di Pulau Sepudi yang mengalami keretakan dinding akibat gempa sebelumnya, kondisinya makin parah.
“Retakan di rumah ibu saya ya makin parah gara-gara gempa hari ini. Mudah-mudahan saja rumah ibu gak sampai roboh,” kata Kiki, anak Sulatini, warga Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sepudi.
Sementara Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo meminta masyarakat tetap tenang dan terus berdoa agar tidak terjadi gempa susulan. Bupati pun meminta⁰ masyarakat menghindari bangunan yang rusak akibat guncangan gempa, demi keselamatan jiwa dari kemungkinan reruntuhan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berada di dekat atau di dalam bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa, karena keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tandasnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat doa dan kebersamaan agar senantiasa dalam lindungan Allah SWT dari berbagai bencana alam.
“Doa, solidaritas sosial, dan kekompakan antar warga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi pasca gempa, sekaligus mempercepat penanganan akibat kerusakan,” ujarnya.
Bupati menambahkan, Pemerintah telah berupaya hadir secepat mungkin di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan sekaligus memastikan keselamatan warga.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Ahmad Laili Maulidi, membenarkan adanya beberapa dampak kerusakan ringan akibat gempa tersebut.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, ada dua rumah yang retaknya bertambah parah dan satu plafon sekolah yang rusak,” katanya.
Ia juga mengimbau warga, khususnya di wilayah Pulau Sapudi dan sekitarnya, untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. (tem/ian)






