Surabaya (beritajatim.com) – Suhu di Makkah diperkirakan mencapai 43 derajat celsius. Kondisi ini dapat menyebabkan kaki melepuh bagi jemaah yang tidak menggunakan alas kaki.
Mengingat hal tersebut, Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) melakukan gerakan siaga sandal dan alas kaki. Tujuannya yaitu meminimalisir adanya kasus kehilangan alas kaki.
Menurut Asisten Operasional PKP3JH Agus Prabowo di Makkah, kasus kaki jemaah yang melepuh terjadi hampir pada setiap penyelenggaraan ibadah haji. Salah satu penyebab yang sering ditemui adalah jemaah merasa kehilangan sandal atau sepatu saat keluar hotel, lalu pulang dengan tanpa alas kaki.
Sementara itu, lantai halaman Masjid Nabawi dan Masjidil Haram serta jalanan di Tanah Haram sangat panas sehingga bisa menyebabkan kaki melepuh jika menginjaknya tanpa alas.
“Kehilangan alas kaki berupa sandal atau sepatu sangat berisiko membahayakan tapak kaki sehingga mengganggu kekhusyuan ibadah Jemaah,” ungkap Agus dalam keterangannya yang dikutip Senin, (5/6/2023).
BACA JUGA: Cerita Haru Nenek Nuraini Ketika Pertama Kali Melihat Ka’bah
Bahkan, Agus mengaku bahwa kehilangan sandal sehingga berakibat kaki melepuh merupakan salah satu kasus yang sering ditemui.
“Satu dari lima terbesar kasus non kesehatan kejadian tahun lalu adalah jemaah yang kehilangan sandal dan berakibat kaki melepuh,” lanjutnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Agus mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan ratusan sandal untuk diberikan kepada jemaah yang membutuhkan.
“Kami telah siapkan 500 pasang sandal untuk dibagikan ke jemaah yang membutuhkan, baik di Madinah maupun Makkah. Tim PKP3JH berjaga dan bersiaga di wilayah Masjid Nabawi dan Masjidil Haram,” ucapnya.
Lebih lengkapnya, berikut 7 tips mencegah tapak kaki melepuh untuk para jemaah:
- Perhatikan cuaca sebelum keluar penginapan untuk berangkat ibadah. Cuaca terik atau panas berisiko terhadap kaki yang tidak beralas.
- Pastikan membawa kantong atau plastik untuk menyimpan sandal sendiri ketika tidak sedang digunakan
- Tidak menaruh sendal di sembarang tempat, untuk menghindari risiko hilang atau lupa meletakkannya
- Tidak menitipkan sandal ke orang lain atau sesama jemaah karena tetap saja ada kemungkinan terpisah dari rombongan
- Membawa cadangan sandal bila perlu
- Bila memungkinkan gunakan pelembab untuk telapak kaki guna mencegah kaki kering dan melepuh
- Bila kehilangan atau lupa menyimpan alas kaki, tidak memaksakan diri melangkah di atas lantai/jalan bersuhu panas. Beritahukan ketiadaan alas kaki itu kepada petugas haji Indonesia agar bisa diberikan alas kaki yang baru.
(nap)






